Pontianak (iainptk.ac.id) 22 Desember 2025 — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak melaksanakan apel rutin pegawai tenaga kependidikan (Tendik) pada Senin, 22 Desember 2025, bertempat di halaman Gedung FEBI IAIN Pontianak. Apel tersebut diikuti oleh seluruh pegawai Tendik IAIN Pontianak sebagai bagian dari penguatan disiplin dan budaya kerja di lingkungan kampus.
Bertindak sebagai pembina apel, Omar Mukhtar Al Assad, S.E., M.Ak, Ak, selaku Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Madya, menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya refleksi terhadap nilai-nilai budaya kerja yang telah ditetapkan di IAIN Pontianak, berupa 9 pilar semangat kerja IAIN Pontianak yang selaras dan mendukung 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama.
Dalam amanatnya, Omar Mukhtar mengajak seluruh pegawai untuk kembali mengingat dan mengamalkan pilar pertama budaya kerja IAIN Pontianak, sebagai fondasi terciptanya lingkungan kerja yang kondusif, aman dan damai.
“Pagi ini saya ingin merefleksikan sedikit untuk mengingat kembali tentang budaya kerja di IAIN Pontianak. Pada poin pertama budaya kerja kita, hal itu sangat penting agar situasi lingkungan kita menjadi aman dan damai,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa suasana kerja yang aman dan damai akan berdampak langsung pada efektivitas kinerja pegawai. Menurutnya, jika budaya tersebut tidak diterapkan dalam jam kerja efektif, maka waktu yang dihabiskan di tempat kerja tidak akan memberikan hasil yang optimal.
“Dalam tujuh jam dinas efektif dalam 1 hari, jika budaya kerja tidak kita terapkan, artinya sepertiga hidup kita dalam 1 hari itu tidak berjalan kondusif, aman dan damai,” tambahnya.
Lebih lanjut, Omar Mukhtar menyoroti pentingnya penerapan pilar 1, Aman dan Damai itu Kami Saling Menyapa dan Menebar Salam. Saling menyapa dan menebar salam sebagai wujud etika dan penghormatan antarpegawai, termasuk kepada pimpinan.
“Sapa dan salam itu tentang bagaimana kita beretika terhadap sesama rekan kerja, apalagi terhadap pimpinan. Jangan sampai kita tidak perduli dan tidak saling mengenal rekan kerja dan pimpinan. Suatu saat, dalam berbagai urusan seperti rekomendasi atau penandatanganan berkas, tentu kita memerlukan bantuan dari rekan kerja apalagi pimpinan,” jelasnya.
Menutup amanatnya, ia mengajak seluruh pegawai Tendik untuk lebih memperhatikan dan menguatkan penerapan pilar aman dan damai dalam keseharian kerja, demi terciptanya lingkungan kerja yang harmonis dan profesional di IAIN Pontianak.
Penulis : Aditya
Editor : Bambang
