IAIN Pontianak

Hari ke-20 Ramadan, Dr. Sahrani Ajak Jamaah Memaknai Keistimewaan “Siam” di Masjid IAIN Pontianak

Pontianak (iainptk.ac.id) 09 Maret 2026 – Kegiatan tausiah rutin yang dilaksanakan setiap hari setelah salat dzuhur di Masjid IAIN Pontianak kembali digelar pada Senin, 9 Maret 2026. Tausiah kali ini disampaikan oleh Dr. Sahrani, M.Pd., yang mengajak para jamaah untuk merenungkan makna puasa ketika Ramadan telah memasuki hari ke-20.

Dalam ceramahnya, Dr. Sahrani mengingatkan bahwa sampai pada hari ke-20 Ramadan merupakan sebuah nikmat besar dari Allah SWT yang patut disyukuri oleh setiap umat Muslim. Beliau menekankan bahwa kesempatan menjalani ibadah puasa hingga titik ini merupakan bukti bahwa manusia masih diberikan kesehatan, umur, serta keberkahan di bulan suci.

“Hari ini kita sudah mencapai hari ke-20 berpuasa. Ini menunjukkan bahwa kita masih selalu diberi nikmat dan keberkahan oleh Allah di bulan Ramadan ini,” ujarnya di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, Dr. Sahrani yang juga merupakan Wakil Dekan di FTIK menjelaskan mengenai perbedaan diksi dalam Al-Qur’an yang berkaitan dengan puasa, yaitu kata “Saum” dan “Siam”. Menurutnya, kedua istilah tersebut memiliki makna yang berbeda serta menunjukkan keistimewaan tersendiri dalam konteks ibadah.

Beliau mencontohkan penggunaan kata “Saum” dalam kisah Siti Maryam yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Dalam kisah tersebut, Siti Maryam diperintahkan oleh Allah untuk bernazar dengan berpuasa dalam bentuk menahan diri untuk tidak berbicara.

“Diksi ‘Saum’ salah satunya terdapat dalam kisah Siti Maryam dalam Al-Qur’an, ketika Allah memerintahkan beliau untuk diam, tidak berbicara, sebagai bentuk nazar dan ketaatan terhadap perintah Allah,” jelasnya.

Sementara itu, kata “Siam” dalam beberapa ayat Al-Qur’an merujuk pada puasa yang dilakukan di bulan Ramadan. Menurut Dr. Sahrani, penggunaan kata tersebut menunjukkan betapa istimewanya bulan Ramadan di sisi Allah SWT.

“Keistimewaan diksi ‘Siam’ pada beberapa surah merujuk pada puasa di bulan Ramadan. Ini menunjukkan bahwa Ramadan adalah bulan yang sangat spesial di mata Allah sehingga diksi yang digunakan pun memiliki makna yang istimewa,” katanya.

Melalui tausiah tersebut, beliau berharap para jamaah dapat semakin memaksimalkan ibadah di sisa bulan Ramadan, khususnya menjelang sepuluh hari terakhir yang penuh dengan keutamaan dan peluang mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Penulis : Aditya

Editor : Bambang