IAIN Pontianak

Kaprodi MSI Jadi Dosen Tamu di UiTM Serawak Malaysia; Sampaikan Fenomena Tradisi Keberagamaan Baru Era Digital

Kuching, Malaysia (iainptk.ac.id) — Dr. Nur Hamzah, M.Pd., dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak sekaligus Kepala Program Studi Magister Studi Islam (MSI), menjadi penceramah jemputan dalam Kuliah Tamu Internasional (International Visiting Lecture) di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Sarawak. Kegiatan yang berlangsung pada 23 Oktober 2025 di Islamic Information Centre, Kuching, menghadirkan diskusi ilmiah mengenai pergeseran praktik keberagamaan masyarakat Muslim pada era digital.

Dalam penyampaian materinya, Dr. Nur Hamzah membawakan tema berjudul “New Media: Lahirnya Tradisi Keberagamaan Baru pada Muslim Kota Kelas Menengah di Pontianak”. Ia membuka pemaparan dengan mengutip filsuf Herakleitos, panta rhei kai uden menei—segala sesuatu mengalir dan tidak ada yang tetap—untuk menggambarkan bahwa cara beragama pun terus berevolusi seiring perubahan zaman. Ia kemudian mengaitkan fenomena tersebut dengan adagium baru yang diadaptasi dari Descartes dan dikembangkan oleh F. Budihardiman, yakni “aku klik maka aku ada”, sebagai metafora eksistensi manusia di era digital.

Lebih lanjut, Dr. Nur Hamzah menjelaskan bagaimana media baru telah mengubah Muslim urban kelas menengah menjadi tidak hanya konsumen, tetapi juga produsen konten keislaman. Menurutnya, tradisi keberagamaan baru terbentuk seiring meluasnya akses informasi keagamaan di ruang digital. Otoritas keagamaan tidak lagi terpusat, melainkan tersebar ke berbagai platform, memberi ruang bagi individu untuk memilih, mengonsumsi, dan memproduksi pandangan keagamaan sesuai preferensinya. Hal ini berdampak langsung pada cara mereka memahami dan mempraktikkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Sesi kuliah tamu tersebut ditutup dengan pertanyaan reflektif dari Dr. Nur Hamzah, “Meaning…?”, yang mengajak peserta merenungkan lebih dalam makna dan implikasi dari perubahan besar dalam tradisi keberagamaan era digital. Kehadiran beliau di UiTM Sarawak tidak hanya memperkaya wacana akademik, tetapi juga memperkuat hubungan kerja sama antara perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia dalam bidang studi Islam dan kajian sosial keagamaan.