Pontianak (iainptk.ac.id) — Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Pontianak resmi meluncurkan Komunitas Public Relations pada Kamis, 13 November 2025. Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium KPI ini diresmikan oleh Kaprodi KPI, Bob Andrian, S.Th.I., M.Sos., serta dihadiri dosen Public Relations, Dr. Fitri Kusumayanti, S.Sos., M.Si., pemateri sekaligus alumni KPI angkatan 2020, Irwansyah, S.Sos., dan puluhan mahasiswa KPI semester 1, 3, dan 5.
Peluncuran komunitas ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kehumasan kepada mahasiswa, terutama dalam membangun citra positif sebagai seorang praktisi Public Relations (PR). Dalam arahannya, Kaprodi KPI, Bob Andrian, menegaskan bahwa komunitas ini menjadi ruang latihan profesional bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan komunikasi, kreativitas, serta etika kerja.
“Komunitas Public Relations ini bukan hanya tempat belajar teori, tetapi juga ruang latihan untuk menjadi komunikator yang adaptif, kreatif, dan beretika. Saat ini konsentrasi PR juga telah memiliki ruang laboratorium tersendiri yang akan dilengkapi komputer dan berbagai perangkat penunjang praktik,” ujar Bob Andrian.
Sementara itu, Dr. Fitri Kusumayanti menekankan pentingnya kemampuan PR dalam menghadapi dinamika komunikasi modern di era digital. Menurutnya, mahasiswa harus mampu membangun citra positif lembaga dan berkomunikasi strategis dengan berbagai pihak.
“Public Relations memiliki peran penting dalam menjaga reputasi lembaga. Mahasiswa perlu memahami bagaimana berkomunikasi secara efektif, menyusun strategi komunikasi, dan membangun hubungan baik dengan publik,” jelasnya.
Kegiatan ini juga dirancang untuk melatih kepercayaan diri mahasiswa dalam berinteraksi pada situasi formal yang sering dihadapi seorang praktisi PR, seperti jamuan diplomatik, konferensi pers, maupun pertemuan bisnis.
Kehadiran alumni KPI, Irwansyah, S.Sos., yang kini dikenal sebagai komunikator muda, memberi inspirasi tersendiri bagi peserta. Dalam sesi motivasinya, ia mengajak mahasiswa untuk berani memulai dan tidak takut gagal.
“Jangan takut mencoba dan gagal. Dunia PR adalah tentang membangun kepercayaan, dan itu dimulai dari percaya pada diri sendiri,” ujarnya penuh semangat.
Peresmian komunitas ditutup dengan prosesi simbolis peluncuran Komunitas Public Relations serta sesi foto bersama seluruh peserta dan dosen pembimbing. Mahasiswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Salah satu peserta, Andi Safira Atira, mengungkapkan kegembiraannya.
“Kegiatan ini seru sekali. Vivi bisa bertemu teman-teman semester 1 dan 3, dan kami merasa lebih kompak dalam membangun komunitas ini,” ujarnya.
Dengan hadirnya Komunitas Public Relations, mahasiswa KPI diharapkan tidak hanya memahami teori komunikasi dan kehumasan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam konteks nyata yang menuntut profesionalitas, etika, dan karakter kuat sebagai seorang komunikator masa depan.
Editor : BEP
