Depok (iainptk.ac.id) November 2025 — Prestasi membanggakan kembali datang dari alumni IAIN Pontianak. Diaz Ataya Larsen Wijaya, alumni Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir angkatan 2020, berhasil lolos seleksi dan menjadi penerima beasiswa penuh (full scholarship) untuk melanjutkan studi magister di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), jurusan Studi Islam.
Lulusan tahun 2024 ini dikenal aktif mengikuti lomba karya tulis ilmiah Al-Qur’an dan mengembangkan berbagai soft skill selama masa kuliah, mulai dari public speaking, belajar bahasa Inggris dan Arab, desain konten, hingga literasi. Upaya tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi proses seleksi yang kompetitif.
Dalam proses seleksi beasiswa, Universitas Islam Internasional Indonesia menetapkan standar yang cukup tinggi, di antaranya kemampuan bahasa Inggris (TOEFL minimal 550 atau IELTS 6.5) atau bahasa Arab (TOAFL minimal 550), serta pengalaman akademik, publikasi, pengalaman organisasi, dan pengabdian masyarakat. Tahun ini, tercatat lebih dari 2.000 pendaftar dari dalam dan luar negeri, namun hanya 170 mahasiswa S2 dan S3 dari 45 negara yang berhasil diterima melalui program beasiswa ini.
Dalam wawancaranya di kegiatan ICIS 2025, Diaz mengungkapkan rasa syukur saat diterima menjadi mahasiswa UIII.
“Suasana akademik di UIII sangat mendukung, rasanya seperti di luar negeri. Kapasitas dan relasi dosen internasional, fasilitas kampus, serta teman-teman dari berbagai negara membuat pengalaman belajar sangat berkesan,” ujarnya.
Meski sempat mengalami culture shock karena padatnya tugas dan materi perkuliahan, Diaz tetap berkomitmen untuk beradaptasi dan berprestasi. Ia juga menyampaikan pesan motivasi kepada mahasiswa yang masih belajar di IAIN Pontianak.
“Saya berharap ada adik-adik dari Pontianak yang bisa meneruskan S2 di UIII di masa depan. Karena bekal pengajaran dari dosen-dosen IAIN sangat berharga dan berbagai peluang akademik sudah tersedia selama S1. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya. Jika saya bisa, maka kamu juga bisa!” tutupnya penuh semangat.
Prestasi Diaz menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang, memperluas wawasan global, dan menunjukkan bahwa alumni perguruan tinggi daerah mampu bersaing di kancah internasional.
Sebagai penutup, Diaz menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada IAIN Pontianak dan seluruh dosen yang telah membimbingnya selama masa studi.
“Saya sangat berterima kasih kepada IAIN Pontianak, terutama para dosen di Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang telah mengajarkan banyak hal, tidak hanya ilmu, tetapi juga nilai, semangat, dan keteladanan. Tanpa bimbingan dan dukungan mereka, saya tidak akan bisa sampai di titik ini,” ungkapnya dengan penuh rasa haru dan syukur.
penulis : BEP
Editor : Bambang

