Sekadau, (iainptk.ac.id) 19 Januari 2016 — Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Enggang Gading IAIN Pontianak melaksanakan kegiatan Ekspedisi “Pusaka Moyang Lawang Kuari” yang berlangsung pada 18–27 Januari 2026 di Dusun Kure, Desa Engkulun, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
Ekspedisi ini mengusung tema “Menapak Jejak Warisan Engkulun Melalui Alam dan Tri Dharma Perguruan Tinggi”, sebagai bentuk implementasi peran mahasiswa tidak hanya sebagai penjelajah alam, tetapi juga sebagai agen pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua tim ekspedisi menjelaskan bahwa penamaan Pusaka Moyang Lawang Kuari dipilih karena Dusun Kure menyimpan warisan sejarah serta kearifan lokal yang masih sangat kental. Warisan tersebut diibaratkan sebagai pusaka yang perlu digali kembali, didokumentasikan, dan dijaga agar tidak hilang ditelan zaman.
Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi
Dalam pelaksanaannya, ekspedisi ini berfokus pada empat konsep utama kegiatan, yaitu:
Bidang Pendidikan
Tim Ekspedisi melaksanakan program Sekolah Formal berupa sosialisasi moderasi beragama di sekolah dasar serta Sekolah Rimba yang mencakup kegiatan literasi, rumah baca, dan edukasi lingkungan bagi anak-anak.
Bidang Penelitian
Dilakukan riset kualitatif terkait kondisi sosial masyarakat, adat dan budaya lokal, serta potensi ekonomi dan UMKM Dusun Kure yang selama ini belum banyak terekspos.
Bidang Pengabdian kepada Masyarakat
Kegiatan pengabdian meliputi gotong royong perbaikan fasilitas umum serta pembuatan plang edukasi lingkungan.
Eksplorasi Alam
Tim melakukan kegiatan penelusuran dan pemetaan jalur menggunakan aplikasi AlpinQuest, sekaligus pengenalan flora dan fauna di kawasan sekitar Dusun Kure.
Alam dijadikan sebagai pintu masuk sekaligus laboratorium pembelajaran.
Sebagai anggota Mapala, peserta ekspedisi tidak hanya hadir secara simbolis di desa, tetapi turut menyusuri jejak sejarah serta nilai adat budaya melalui pendekatan kealaman.
Salah satu agenda penting dalam bidang pendidikan adalah kegiatan sosialisasi moderasi beragama yang dilaksanakan di SDN 09 Dusun Iloh, Desa Engkulun Hulu, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
Melalui praktik pembelajaran langsung, Tim Ekspedisi Pusaka Moyang Lawang Kuari memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya pendidikan, toleransi, saling menghargai, serta kebersamaan antar sesama. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar anak-anak sebagai bekal bagi masa depan mereka.
Ekspedisi ini sekaligus menjadi tahap akhir penyelesaian pendidikan anggota Mapala Enggang Gading IAIN Pontianak. Dengan mengintegrasikan unsur kealaman, akademik, dan sosial kemasyarakatan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Dusun Kure sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi para peserta.
Penulis : BEP
Editor : Bambang

