IAIN Pontianak

Menjelang MTQ Internasional Borneo Tahun 2026

Pontianak (iainptk.ac.id) 5/12/2025 – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Pontianak mengadakan rapat koordinasi bersama Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Ismail Ruslan, dalam rangka membahas kesiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Borneo 2025. Rapat yang berlangsung di Ruang Rektorat tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh aspek teknis dan non-teknis tersusun dengan baik sebelum agenda besar tersebut digelar.

Dalam rapat tersebut, DEMA bersama pihak kampus secara khusus membahas struktur kegiatan, kesiapan fasilitas, mekanisme teknis lomba, serta pengelompokan cabang-cabang perlombaan yang akan dibina dalam proses persiapan. Adapun 6 cabang lomba yang dikonsolidasikan dan dibagi ke dalam 3 kategori, antara lain:

1. Kategori Pondok Pesantren

A. Hadrah
B. MHQ (Musabaqah Hifzil Qur’an)

2. Kategori MA/SMA Sederajat

A. Fahmil Qur’an
B. Syarhil Qur’an

3. Kategori Mahasiswa

A. KTIQ (Karya Tulis Ilmiah Qur’an)
B. Tilawah

Namun, fokus utama rapat tersebut bukan pada materi perlombaan, melainkan pada kesiapan pelaksanaannya. Mulai dari kesiapan venue, kebutuhan perlengkapan, pembagian tugas panitia, hingga strategi komunikasi dengan peserta dari berbagai daerah di Kalimantan.

Wakil Rektor III, Prof. Ismail Ruslan, menegaskan bahwa keberhasilan MTQ Borneo tidak hanya ditentukan oleh kualitas peserta, tetapi juga oleh kesiapan penyelenggara.

“Persiapan yang matang adalah kunci utama. Kita perlu memastikan seluruh aspek pelaksanaan berjalan rapi—mulai dari fasilitas, alur kegiatan, hingga koordinasi panitia. MTQ Borneo adalah momentum besar, dan IAIN Pontianak harus tampil sebagai tuan rumah yang profesional dan siap,” ujar Prof. Ismail Ruslan.

Wakil Presiden Mahasiswa, Ferdy Hasan Haswin, juga menekankan bahwa DEMA berkomitmen menyiapkan seluruh kebutuhan teknis agar pelaksanaan MTQ Borneo dapat berjalan lancar dan tertata.

“Kami dari DEMA IAIN Pontianak siap mengawal seluruh persiapan. Fokus kami adalah memastikan event ini bisa berjalan sukses dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta maupun tamu yang hadir,” kata Ferdy.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa, Haris Ramadhan, menutup rapat dengan menyampaikan bahwa sinergi antara mahasiswa dan pimpinan kampus menjadi kunci keberhasilan event besar tersebut.

“MTQ Borneo adalah ajang kehormatan bagi kampus kita. Dengan kebersamaan dan perencanaan matang, kita yakin acara ini bisa terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat besar bagi semua pihak,” ungkap Haris.

Sementara itu, Rizki Pratomo, selaku Ketua Panitia dan Menteri Agama DEMA IAIN Pontianak, turut memberikan pernyataan terkait kesiapan teknis panitia.

“Kami di jajaran panitia sudah mulai memetakan seluruh kebutuhan teknis, termasuk struktur kepanitiaan, alur kegiatan, dan kebutuhan fasilitas. Kami siap bekerja maksimal untuk memastikan MTQ Borneo berjalan sukses dan menjadi kebanggaan IAIN Pontianak,” jelas Rizki Pratomo.

Rapat koordinasi ditutup dengan penegasan komitmen untuk membentuk panitia khusus serta menyusun timeline lengkap persiapan MTQ Borneo. Seluruh pihak sepakat untuk intens mengadakan pertemuan berkelanjutan demi memastikan setiap aspek pelaksanaan siap 100%.