Pontianak (iainptk.ac.id) 11 Februari 2026 – Pascasarjana IAIN Pontianak menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture bertema “Inovasi dan Tadbir Urus dalam Pembangunan Ekosistem Halal Global” yang berlangsung di Gedung Pascasarjana IAIN Pontianak. Kegiatan ini difasilitasi oleh Wakil Rektor III IAIN Pontianak, Prof. Dr. Ismail Ruslan, M.Si., yang membidangi kerja sama dan kemahasiswaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan budaya akademik sekaligus ruang diskusi ilmiah untuk mengkaji isu-isu strategis terkait perkembangan industri halal di tingkat global.
Acara dibuka oleh pembawa acara, Dr. Hamzah, M.Pd., kemudian dilanjutkan dengan sambutan Wakil Direktur Pascasarjana, Dr. Syamsul Kurniawan, M.S.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Pascasarjana akan terus menumbuhkan budaya akademik melalui kegiatan ilmiah seperti guest lecture agar isu-isu strategis dapat dikaji secara lebih mendalam. Beliau juga menegaskan bahwa pengembangan ekosistem halal saat ini menjadi tren yang terus diperbincangkan dalam forum global.
Dr. Syamsul Kurniawan turut menyampaikan salam dari Direktur Pascasarjana yang berhalangan hadir. Beliau mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta serta berharap kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat akademik yang luas. Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Wakil Direktur Pascasarjana dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Materi guest lecture disampaikan oleh beberapa narasumber. Pemateri pertama, Dr. Mohd Asyraf Bin Yusof dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Sarawak, membahas topik “Challenges and Opportunities in Global Halal Logistics”. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa logistik halal merupakan elemen penting dalam menjaga integritas produk halal pada rantai pasok global. Beliau menjelaskan sejumlah tantangan, seperti belum adanya standardisasi sertifikasi halal global, keterbatasan infrastruktur halal, tingginya biaya operasional, rendahnya kesadaran penyedia layanan, serta kompleksitas rantai pasok lintas negara. Meski demikian, peluang industri halal dinilai sangat besar seiring meningkatnya permintaan pasar halal dunia yang diperkirakan melampaui USD 3 triliun.
Selain itu, materi juga menyoroti pentingnya kolaborasi regional, seperti model kerja sama Malaysia–Brunei dalam membangun integrasi rantai pasok halal lintas negara. Narasumber menekankan perlunya analisis statistik sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis data guna meningkatkan efisiensi logistik halal.
Pemateri berikutnya, Assoc. Prof. Dr. Jati Kasuma Ali dari Faculty of Business and Management, Universiti Teknologi MARA Malaysia, menyampaikan materi tentang Community-Based Tourism Entrepreneurship. Dalam paparannya, beliau menjelaskan keberhasilan program kewirausahaan pariwisata berbasis masyarakat melalui proyek eTourP di Sarawak. Program tersebut terbukti meningkatkan pendapatan masyarakat dari sekitar RM300 menjadi RM600, sekaligus mendorong diversifikasi ekonomi, peningkatan keterampilan bisnis digital, pemanfaatan media sosial, serta perluasan jejaring kerja sama antara masyarakat, pemerintah, perusahaan, dan industri pariwisata.
Sementara itu, pemaparan mengenai konsep halal menegaskan bahwa halal tidak hanya dipahami sebatas status halal dan haram, tetapi juga sebagai konsep halalan ṭayyiban mubārakan, yakni halal yang baik, sehat, berkualitas, serta membawa keberkahan. Dalam konteks tersebut, penguatan ekosistem halal perlu didukung oleh rantai pasok yang terstandar, keterlacakan produk (traceability), sistem produksi yang beretika, perlindungan tenaga kerja, keberlanjutan lingkungan, serta regulasi yang kuat.
Pembahasan juga menekankan pentingnya penerapan teknologi seperti Internet of Things (IoT), blockchain, artificial intelligence (AI), RFID/QR Code, automasi, dan robotik dalam industri halal. Teknologi dipandang sebagai instrumen strategis untuk memperkuat transparansi, meningkatkan efisiensi audit halal, serta menjaga integritas produk dengan tetap berlandaskan prinsip maqāṣid al-syarī‘ah yang mencakup perlindungan agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan.
Kegiatan International Guest Lecture ini dimoderatori oleh Dr. Wulan Purnamasari dan berlangsung secara interaktif melalui diskusi serta sesi tanya jawab. Melalui kegiatan ini, Pascasarjana IAIN Pontianak berharap dapat memperluas wawasan akademik mahasiswa sekaligus memperkuat kontribusi institusi dalam pembangunan ekosistem halal global yang berintegritas, inovatif, dan berkelanjutan.
Penulis : Syamsul
Editor : Bambang
