Pontianak, (iainptk.ac.id) 1 April 2026 — Menjelang pelaksanaan Wisuda ke-XXII Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak yang akan digelar pada Kamis, 2 April 2026 di Hotel Kubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, berbagai persiapan terus dimatangkan oleh panitia. Momentum sakral yang menjadi penanda kelulusan mahasiswa ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan akademik dan perjalanan panjang para lulusan.
Persiapan wisuda sejatinya telah dimulai sejak pertengahan Maret lalu. Rapat perdana panitia dilaksanakan pada Jumat, 13 Maret 2026 di Ruang Senat IAIN Pontianak, yang dihadiri oleh seluruh unsur kepanitiaan. Dalam struktur kepanitiaan Kepala Bagian Tata Usaha Umum dan Layanan Akademik IAIN Pontianak Muhammad Syahrun, SE., MM dipercaya sebagai ketua yang memimpin berbagai bidang strategis seperti kesekretariatan, acara, perlengkapan dan kebersihan, humas publikasi dan dokumentasi, konsumsi, hingga pemandu tamu.
Koordinasi lintas bidang menjadi kunci utama dalam menyukseskan kegiatan berskala besar ini. Setiap divisi memiliki peran vital yang saling terhubung satu sama lain. Tanpa kerja sama yang solid, mustahil acara wisuda dapat berjalan dengan tertib dan khidmat.
Pada hari ini, Rabu (1/4/2026), para mahasiswa yang akan diwisuda telah mengikuti gladi resik pada pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini menjadi tahap penting dalam rangka memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai rencana. Gladi resik tidak hanya berfungsi sebagai latihan teknis, tetapi juga sebagai sarana evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan panitia dan peserta.
Melalui gladi resik, panitia dapat mengidentifikasi berbagai potensi kendala, baik dari aspek teknis seperti sistem suara, pencahayaan, dan peralatan, maupun dari aspek non-teknis seperti alur prosesi dan koordinasi antar petugas. Selain itu, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk mengenali lokasi acara serta memahami tata urutan prosesi wisuda dengan baik.
Lebih dari itu, gladi resik memiliki dimensi psikologis yang tidak kalah penting. Kegiatan ini membantu mengurangi rasa gugup dan kecemasan peserta, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri saat hari pelaksanaan tiba. Wisuda bukan hanya tentang menerima ijazah, tetapi juga tentang momen kebanggaan yang akan dikenang seumur hidup.
Ketua panitia, Muhammad Syahrun, menyampaikan bahwa persiapan wisuda tahun ini berjalan dengan sangat optimal. “Alhamdulillah, berkat kerja sama yang baik antara tim kepanitiaan dan para peserta yang antusias mengikuti gladi resik, seluruh rangkaian persiapan dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Lebih jauh, persiapan Wisuda XXII IAIN Pontianak ini mencerminkan pentingnya kolaborasi dan manajemen yang profesional dalam sebuah institusi pendidikan. Wisuda bukan hanya tanggung jawab panitia semata, tetapi juga melibatkan mahasiswa, dosen, dan seluruh elemen kampus.
Kesiapan yang matang menunjukkan bahwa IAIN Pontianak tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada kualitas penyelenggaraan kegiatan institusional. Hal ini penting, karena wisuda merupakan wajah institusi di hadapan publik, termasuk orang tua mahasiswa dan tamu undangan.
Selain itu, keterlibatan aktif mahasiswa dalam gladi resik juga menunjukkan adanya kesadaran kolektif bahwa kesuksesan acara adalah tanggung jawab bersama. Semangat partisipatif ini patut diapresiasi, karena menjadi indikator kedewasaan akademik dan sosial para calon lulusan.
Dengan persiapan yang optimal dan kerja sama yang solid, Wisuda XXII IAIN Pontianak diharapkan dapat berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh makna. Lebih dari sekadar seremoni, wisuda adalah awal dari perjalanan baru bagi para lulusan untuk mengabdi kepada masyarakat dan mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah wisuda tidak hanya diukur dari kemegahan acara, tetapi dari seberapa besar makna yang dapat dirasakan oleh setiap pihak yang terlibat. Dan dari apa yang terlihat saat ini, IAIN Pontianak berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan hal tersebut.
Penulis : Erika SM
Editor : Bambang Eko P

