IAIN Pontianak

PKM-KI Mahasiswa Doktoral, Permaisuri Keraton Tayan Sampaikan Harapan Pelestarian Aksara Arab Melayu

Pontianak (iainptk.ac.id) — Mahasiswa Program Doktor Studi Islam IAIN Pontianak kembali melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Karya Ilmiah (PKM-KI) sebagai bagian dari proses pembelajaran akademik. Pada 17 November 2025, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Keraton Pakunegara Tayan, Kabupaten Sanggau, dengan menghadirkan empat mahasiswa doktoral, yakni Bahaudin, Hery Sasmito, Dewi Puryanti, dan Elmansyah.

Selama pelaksanaan kegiatan, para mahasiswa melibatkan unsur Keraton Tayan secara penuh, mulai dari Yang Mulia Raja, Permaisuri, hingga para Abdi Dalem. Program PKM-KI ini diwujudkan dalam bentuk Workshop Penguatan Literasi Filologis pada Generasi Muda Keraton Tayan. Para peserta diajak menyimak, mempelajari, dan menelaah naskah-naskah kuno yang dimiliki keraton maupun masyarakat. Data-data tersebut kemudian dibaca, dipahami, serta diinventarisasi sebagai bagian dari upaya pelestarian khazanah budaya Tayan.

Salah satu momen menarik dalam kegiatan ini muncul pada sesi penyampaian pendapat. Yang Mulia Permaisuri Kerajaan Tayan, Ibu Roro Rosyiha, yang turut menjadi peserta aktif, menyampaikan harapan besar terkait pelestarian tradisi literasi Keraton Tayan.

“Saya sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Kegiatan semacam ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya masyarakat keraton Tayan, mengenai khazanah keraton itu sendiri. Sebagaimana kita tahu bahwa Keraton Tayan merupakan kerajaan Islam Melayu, di mana aksara yang lazim digunakan adalah aksara Arab Melayu. Nah, saya berharap kita bisa melestarikan khazanah budaya keraton ini dengan cara paling tidak menuliskan petunjuk arah, nama-nama tempat, benda, pengumuman, dan sebagainya dengan menggunakan aksara Arab. Untuk itu, saya berharap di akhir kegiatan ini ada rekomendasi agar keraton bersama Pemerintah Kabupaten Sanggau dapat mewujudkan keinginan tersebut, seperti halnya Keraton Jogja dengan aksara Sanskertainya,” ujarnya panjang lebar.

Program PKM-KI yang berlangsung pada 13–18 November 2025 ini menghasilkan dua keluaran utama, yakni inventarisasi data filologis Keraton Tayan dan penulisan artikel ilmiah bertema pengabdian kepada masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa didampingi secara intensif oleh Prof. Dr. Faizal Amin, ahli filologi sekaligus pembimbing resmi program.

Kegiatan terbagi menjadi dua sesi utama: sesi workshop yang dilaksanakan secara seremonial di lokasi khusus, serta sesi lanjutan berupa perburuan data ke masyarakat yang berlangsung lebih panjang. Program ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga menguatkan upaya pelestarian literasi budaya Keraton Tayan sebagai warisan berharga masyarakat Melayu Islam di Kalimantan Barat.