IAIN Pontianak

Sosialisasi Sertifikasi Halal Melalui PKM-KI

IAIN Pontianak Men-declare Kehalalan Produk di Depan BKMT sebagai Way of Life bagi Sustainability Keunggulan Produk Lokal UMKM Kecamatan Tayan Hilir

Tayan Hilir (iainptk.ac.id) 20 November 2025 —
IAIN Pontianak bukan lagi mitra asing bagi masyarakat Kecamatan Tayan Hilir. Beberapa kegiatan sebelumnya seperti program KKL dan Research Camp. Kini, IAIN Pontianak kembali menurunkan tim PKM-KI (Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Karya Ilmiah) terdiri dari mahasiswa Program Studi Doktor Studi Islam, datang dengan misi yang menarik bagi masyarakat khususnya bagi UMKM yakni menyosialisasikan sertifikasi halal sekaligus pendampingan bagi UMKM bagi ibu-ibu BKMT Kecamatan Tayan Hilir. Demikian awal kata sambutan Gusti Yusri, S.H., selaku Raja Tayan bergelar Panembahan Anom Pakunegara XIV.

Gusti Yusri turut menjelaskan secara historis persoalan halal di Indonesia tidak dapat dianggap sepele. Tahun 1989 hingga 1990 Indonesia pernah digemparkan dalam polemik bahan olahan makanan yang beredar luas di masyarakat kuat diduga mengandung lemak babi. Situasi ini sangat mengguncang perekonomian nasional terutama penurunan atas permintaan konsumsi produk pangan olahan yang kian menurun secara drastis. Belum lagi heboh soal korban jiwa karena mengonsumsi biskuit beracun karena mengandung zat yang berbahaya di luar batas toleransi penggunaannya. Untuk itu secara sigap MUI mendirikan LPPOM MUI pada 6 Januari 1989. Beliau menegaskan fakta ini mengisyaratkan kita bahwa persoalan kehalalan dan kehigienisan sudah lama menjadi perhatian pemerintah dan anak bangsa hingga saat ini. Beliau penuh optimis menyambut baik kehadiran PKM-KI Pascasarjana IAIN Pontianak dalam program sosialisasi dan pendampingan ini karena memberikan nilai kemanfaatan sangat besar bagi UMKM dan kemajuan perekonomian masyarakat Kecamatan Tayan Hilir.

Kehadiran PKM-KI turut memberikan angin segar dan meningkatkan motivasi bagi BKMT Kecamatan Tayan Hilir yang juga sebagian besar menjalankan UMKM usaha produk makanan lokal. Informasi pentingnya sertifikasi halal ini sebenarnya telah juga dilakukan oleh penyuluh-penyuluh KUA Kementerian Agama yang berada di wilayah Kecamatan Tayan Hilir, namun jumlah penyuluh yang sangat terbatas juga menjadi salah satu tantangan dalam pendampingan yang lebih intens. Harapannya, sosialisasi dan pendampingan ini akan menambah semakin besarnya produk usaha UMKM masyarakat Tayan Hilir yang bersertifikasi halal. Sampai saat ini jumlah produk yang tersertifikasi halal tidak lebih dari 20 UMKM. Lambatnya perkembangan proses sertifikasi halal di sini lebih karena minimnya literasi sertifikasi halal, kebingungan prosedur pengajuan, dan belum familier dengan sistem digital. Demikian penuturan dalam rangkaian sambutan oleh Sri Sartika, S.Ag., sebagai Ketua BKMT Kecamatan Tayan Hilir.

Gayung bersambut, Prof. Dr. Hermansyah semakin yakin dan optimis sosialisasi ini akan berbuah hasil. Kehadiran audiens dari BKMT sangat melampaui ekspektasi, setidaknya 90-an orang hadir antusias memenuhi pelataran Masjid Jami’ Darussalam Tayan. Tim PKM-KI turut menurunkan Koordinator Pusat Halal Center IAIN Pontianak dan volunter P3H (Pendamping Proses Produk Halal) memberikan desiminasi tentang kebijakan dan regulasi jaminan produk halal, proses dan kategori produk yang dapat diajukan sertifikasinya hingga alur pendaftaran serta proses verval (verifikasi dan validasi) pengajuan hingga terbit sertifikat halal secara resmi. Meskipun kehadiran PKM-KI Pascasarjana ini memiliki keterbatasan waktu yakni tanggal 19 s.d. 21 November 2025, namun Hermansyah menguatkan komitmennya di hadapan BKMT Kecamatan Tayan Hilir bahwa IAIN Pontianak akan siap dan tetap hadir menjaga keberlanjutan melalui pendampingan sertifikasi halal melalui fasilitator yang mencetak kader-kader sebagai agen sertifikasi halal di Kecamatan Tayan Hilir.

Suhardiman sebagai Koordinator Pusat Studi Halal memberikan cabaran bagi audiens — bagi yang siap dengan produk lokal dan akan diajukan pasca pertemuan hari ini, tim akan melakukan visit lapangan untuk verifikasi dan diajukan pensertifikasiannya. Dan ini menjadi fokus agenda segmen pendampingan tim PKM-KI pada tanggal 21 November 2025. Tak ayal, tantangan ini turut disambut dengan suka cita para audiens BKMT Kecamatan Tayan Hilir.

Penulis: Tim PKM-KI Pascasarjana Program Studi Doktor Studi Islam IAIN Pontianak

Editor : Bambang