IAIN Pontianak

Workshop RPS Hukum Ekonomi Syariah: Wujudkan Kurikulum yang Inovatif dan Regulatif

Pontianak (iainptk.ac.id) – Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak melalui Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) menyelenggarakan Workshop Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 12–13 November 2025 di Hotel Alimoer. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat implementasi kurikulum serta memperjelas arah pembelajaran di setiap mata kuliah yang ada di program studi tersebut.

Ketua panitia sekaligus Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, M0h. Fadhil, M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari workshop kurikulum yang telah dilaksanakan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa workshop kali ini difokuskan pada penyusunan dan pendalaman isi RPS agar lebih kontekstual dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan zaman.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari workshop kurikulum yang pernah kami lakukan. Mungkin hari ini kita hanya akan merumuskan dan membahas isi RPS itu, dan kita akan adakan lagi workshop lain untuk pelaksanaannya,” ujar Muhammad Fadhil.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah, Dr. Firdaus Achmad, M.Hum., dalam sambutannya menekankan pentingnya paradigma akademik yang kuat dalam proses pembelajaran. Ia menyampaikan bahwa penyusunan RPS bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi merupakan upaya strategis dalam membentuk karakter dan tanggung jawab akademik mahasiswa.

“Ada satu output penting dalam perumusan kurikulum ini yaitu bagaimana kita membentuk dan membangun paradigma pada anak didik kita, agar mereka mampu mempertanggungjawabkan gelar mereka. Dalam akademisi seperti ini, paradigma yang harus mempengaruhi kita adalah paradigma pengetahuan, nah pengetahuan inilah yang ingin kita jenjangkan kepada mahasiswa kita,” jelas Dr. Firdaus.

Lebih lanjut, beliau berharap agar seluruh dosen dan peserta workshop dapat memaknai perubahan kurikulum dengan sikap yang seimbang antara kepatuhan terhadap regulasi dan semangat inovasi.

“Jadi semoga kita semua mampu memaknai perubahan kurikulum dengan kacamata regulatif, sehingga Fakultas Syariah tetap patuh pada regulasi, tetapi kreatif dan inovatif dalam pelaksanaannya,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret bagi Fakultas Syariah dalam meningkatkan mutu pendidikan, serta memperkuat sinergi antar dosen dalam merancang proses pembelajaran yang adaptif, relevan, dan bermakna bagi mahasiswa.

Penulis : Aditya

Editor : Bambang