PONTIANAK– Pertama dalam sejarah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. Sejumlah 6 orang dosen IAIN Pontianak menjadi panelis pada forum akademik yang sangat bergengsi bagi akademisi dunia. Tercatat akademisi dari 22 negara bakal menghadiri kegiatan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-18 di Palu, Sulawesi Tengah.

Dari 6 orang Dosen IAIN Pontianak itu akan mempresentasikan karya ilmiah yang akan dilaksanakan pada 17-21 September 2018. Adapun yang lulus panel itu terdiri dari 2 orang lulus di open panel. Kemudian 3 orang lulus di selekted panel. Dan 1 orang yang lulus di invited panel.

Invited panel atas nama Dr. Ibrahim yang lolos atas undangan panitia melalui panel yang dipimpin oleh editor jurnal Studia Islamika karena artikelnya terbit di jurnal tersebut.

Peserta yang lulus melalui selekted panel adalah: Ridwan Rosdiawan dan Ach. Tijani dengan judul panel: Islamism and Politics Identities in Contemporary Indonesian Democracy.

Dan Dr. Saifuddin Herlambang dengan judul panel: “Al-Aqalliyat al-Diniyah fi al-Buldan al-Islamiyah: al-Qawi’ wa Afaq al-Ta’ayusy, Tunis wa Indunisia Anmudzajan).

Peserta yang lulus pada open panel: Muhammad Lutfi Hakim dengan judul makalah “Islamic Inheritance Law of Kubu Kingdom: The Filological Study and Analysis of Manuskrip Majmu’ al-Mirats Fi Hukmi Al-Faraid Work Mufti H. Ismail Mundu (1941M). Kemudian atas nama Syahbudi dengan mengusung judul “Engagement and Resistance to Spirit 212 (Case Study at Islamic Student Activist in Pontianak.

Rektor IAIN Pontianak, Dr. Syarif mengapresisasi dosen yang lulus seleksi pada kegiatan yang dijadwalkan akan dibuka oleh Menteri Agama RI tersebut. “Selamat kepada para dosen IAIN Pontianak yang akan mempresentasikan karya ilmiah di ajang AICIS ke-18 di Palu. Semoga kegiatan AICIS tahun depan akan lebih banyak lagi dosen-dosen yang akan menjadi panelis” tuturnya.

Penulis: Abdullah
Editor: Aspari Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here