IAIN Pontianak

Pasca Dilantik, Rektor IAIN Pontianak Hadiri Forum Perdana, Ajang Silaturahmi di FTIK

Pontianak (iainptk.ac.id) Selasa, 11 Agustus 2026 – Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag., menghadiri forum pertamanya pasca pelantikan dalam kegiatan khataman Al-Qur’an “Wanita FTIK Mengaji” yang digelar di Gedung FTIK Lantai 1, Selasa (11/8/2026). Forum ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara Rektor dengan civitas academica, termasuk lima mantan bakal calon Rektor IAIN Pontianak periode 2026–2030 yang turut hadir dalam kesempatan tersebut.

Koordinator program Wanita FTIK Mengaji, Dr. Hj. Yusdiana, M.Si., menyampaikan Program “Wanita FTIK Mengaji” yang mengusung konsep “Khataman setiap Malam Jumat” ini digagas pegawai Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak, dan pada kegiatan kali ini genap mencatatkan 502 kali khataman sejak program digagas saat covid 19 hingga hari ini, sekalian syukuran qurban kelima.

Dekan FTIK, Prof. Dr. H. Hermansyah, M.Ag  menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran Rektor IAIN Pontianak dan undangan. “Alhamdulillah, setidaknya sudah tertulis dalam sejarah, ada lima mantan calon rektor yang hadir dalam silaturahmi kali ini. Ini menunjukkan kekeluargaan dan kebersamaan yang ada di IAIN Pontianak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro AUAK IAIN Pontianak, Dr. H. Moh. Junaidin, MA., turut mengapresiasi semangat Wanita FTIK Mengaji. “Kegiatan seperti ini harus sering kita lakukan untuk mengisi kekosongan hati,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas forum yang dihadirinya untuk pertama kali sejak menjabat. “Ini forum pertama yang saya hadiri, semoga ini menjadi wasilah keberkahan Al-Qur’an. Saya sangat bersyukur dengan acara seperti ini bisa bersilaturahmi dengan kebersamaan seperti ini. Semoga hal-hal ini bisa dicontoh fakultas lain dan menjadi kebiasaan di institut,” ujarnya.

Prof. Wajidi turut mengajak seluruh civitas academica untuk memaknai keberkahan Al-Qur’an bukan sekadar dengan membacanya, melainkan juga mentadaburi kandungannya. Ia mengutip QS. An-Nahl ayat 78 yang menjelaskan bahwa Allah mengeluarkan manusia dari perut ibunya dalam keadaan tidak mengetahui apa pun, lalu menganugerahkan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar manusia bersyukur.

“Dari ayat ini kalau kita tadaburi, bukan kata ‘telinga’, melainkan ‘pendengaran’. Agar kita memfungsikan telinga untuk lebih banyak mendengar, dibandingkan berbicara. Begitu juga kita harus banyak melihat, banyak bertemu dengan banyak tempat dan orang untuk saling mengenal. Dari kedua hal itulah akan tertanam dalam hati nurani,” ujar Prof. Wajidi.

Penulis : Humas IAIN Pontianak
Editor : Bambang

Scroll to Top