IAIN Pontianak

Salat Istisqa Digelar, Ribuan Warga Pontianak Berzikir, Sholat dan Bermunajat Minta Hujan

Pontianak (iainptk.ac.id) Sabtu, 29 Agustus 2026 – Salat Istisqa resmi dilaksanakan di lapangan Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Sabtu (29/8/2026) pukul 07.00 WIB. Bertindak sebagai imam salat, Ust. Ahmad Sima Hanip Rahman, Lc., M.Ag., dengan khatib KH. Ahmad Zamroni Hasan, S.Pd., M.Ag., serta pembimbing salat, Ust. Sumardi. Rangkaian ibadah diawali dengan zikir dan istigfar bersama sebelum pelaksanaan salat.

Dalam khotbahnya, KH. Ahmad Zamroni Hasan menjelaskan tiga cara memohon turunnya hujan sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Cara pertama adalah dengan memperbanyak doa secara individu memohon rahmat turunnya hujan, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Abu Dawud. Cara kedua adalah permohonan hujan yang dipanjatkan khatib secara berulang-ulang saat pelaksanaan ibadah salat Jumat, sebagaimana diriwayatkan Bukhari dan Muslim. Adapun cara ketiga, yang dinilai paling maksimal dan menjadi bentuk pelaksanaan hari ini, adalah sebagaimana diriwayatkan dalam Hadis Khomsah dan dinilai sahih oleh Imam Tirmidzi, yakni Rasulullah SAW keluar dengan penuh rendah diri, tawaduk, dan berpakaian sederhana, terus-menerus memanjatkan doa, kemudian melaksanakan salat dua rakaat sebagaimana pelaksanaan Salat Idulfitri dan Iduladha.

Dalam kesempatan tersebut, khatib juga menyampaikan renungan mengenai sebab datangnya musibah dan bencana secara berulang. Merujuk pada QS. Ar-Rum ayat 21, khatib menjelaskan bahwa kerusakan yang nyata di darat dan laut merupakan akibat perbuatan tangan manusia, agar Allah SWT menimpakan sebagian akibat perbuatan tersebut supaya manusia kembali kepada jalan yang benar. Khatib turut mengutip QS. Al-A’raf ayat 56 yang melarang manusia berbuat kerusakan di muka bumi setelah tertata dengan baik, serta mengajak untuk berdoa kepada Allah dengan penuh rasa takut dan harap, karena rahmat Allah dekat dengan orang-orang yang berbuat baik. Khatib menyebutkan bahwa salah satu bentuk kerusakan yang terjadi adalah kerusakan zahir, di mana manusia tidak lagi pandai mensyukuri karunia Allah SWT.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T., turut hadir dan menyampaikan harapannya atas pelaksanaan Salat Istisqa ini. “Saya berharap Salat Istisqa yang dilaksanakan di Masjid Raya Mujahidin, mudah-mudahan semua ampunan dan doa masyarakat Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dikabulkan,” ungkapnya.

Menanggapi kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pontianak, Wali Kota menjelaskan bahwa kualitas udara telah berada pada level berbahaya selama empat hari terakhir.

“Ya, hasil pantauan kualitas udara kita sudah berbahaya, sudah 4 hari ini, jadi kita menyarankan untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar,” ujarnya.

Terkait dampak kabut asap terhadap dunia pendidikan, Wali Kota menegaskan bahwa kegiatan belajar-mengajar masih diliburkan hingga kondisi cuaca membaik.

“Untuk pendidikan masih kita liburkan sampai cuaca membaik,” katanya.

Adapun terkait pelayanan pemerintah kota, ia memastikan layanan tetap berjalan meski dilakukan di dalam ruangan. “Kita pasti memberikan pelayanan di Pemkot, tapi kita di ruangan, tapi kalau yang sakit melalui WFH,” ungkapnya.

Menyikapi kemungkinan kabut asap yang terus memburuk, Wali Kota menyampaikan bahwa Kota Pontianak telah menetapkan status darurat asap, dengan menyiapkan sejumlah posko penanganan darurat di pusat-pusat layanan, termasuk rumah sakit. “Kita sudah darurat asap, kita siapkan posko-posko penanganan darurat di pusat-pusat dari rumah sakit,” pungkasnya.

Penulis : Fahri (Humas Internship)

Editor : Bambang

Scroll to Top