Sanggau (iainptk.ac.id) Senin, 28 September 2026 – Tim Penelitian Kolaborasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak bersama Sekolah Tinggi Agama Katolik (STAKat) Negeri Pontianak menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Meneropong Praktik Humanisme Religius” di Kabupaten Sanggau, Senin (21/9/2026). Agenda ini menjadi wadah uji publik sekaligus penguatan draf Policy Brief yang disusun tim peneliti berdasarkan hasil observasi mendalam dan wawancara di lapangan.
Riset kolaboratif yang didanai melalui skema MoRA The AIR Funds ini diketuai langsung oleh Guru Besar IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Zaenuddin, S.Ag., M.A. Kehadiran tim peneliti lintas institusi keagamaan negeri ini bertujuan memotret langsung denyut kerukunan serta merumuskan rekomendasi kebijakan strategis bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Dalam paparan naskah kebijakannya, tim peneliti menggarisbawahi bahwa Kabupaten Sanggau telah berhasil menampilkan citra daerah yang matang dalam menjunjung tinggi nilai-nilai humanisme religius. Bukti konkret kerukunan tersebut tercermin dari berdirinya rumah-rumah ibadah yang saling berdampingan secara damai, kehadiran yayasan sosial seperti pemadam kebakaran swasta komunitas Tionghoa yang melayani warga secara inklusif tanpa memandang latar belakang suku maupun agama, hingga yayasan pendidikan bercorak keagamaan tertentu yang terbuka menerima peserta didik dari ragam keyakinan.
Kendati demikian, dinamika sosial di era digital menjadi sorotan krusial dalam sesi diskusi. Forum mengidentifikasi bahwa residu intoleransi kerap kali terdistribusi melalui media sosial, di mana sentimen keagamaan dari luar Kabupaten Sanggau berpotensi merembes dan memengaruhi kohesi sosial masyarakat setempat.
Merespons tantangan tersebut, para peserta FGD merekomendasikan perlunya penguatan literasi digital yang menyasar ranah keluarga secara komprehensif, mencakup kalangan generasi muda hingga orang tua. Kebijaksanaan bermedia sosial dinilai sebagai benteng pertahanan kerukunan yang mutlak, diiringi harapan agar pemerintah daerah bersama instansi terkait memiliki mekanisme pengawasan dan mitigasi khusus guna menjaga kondusivitas ruang digital.
FGD berlangsung secara interaktif dengan melibatkan lintas sektor strategis di Kabupaten Sanggau, mulai dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kantor Kementerian Agama, unsur TNI-Polri, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), hingga pimpinan ormas keagamaan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk perdamaian dan kerukunan Bumi Daranante, dilanjutkan dengan sesi ramah tamah antarpeserta.
Editor : Bambang

