IAIN Pontianak

Pusat Layanan Disabilitas Dan Pendidikan Inklusi IAIN Pontianak Mengapresiasi Inisiatif Penguatan Modul Inklusif Untuk Anak Tuli

Pontianak (iainptk.ac.id) Senin, 26 Oktober 2026 – Langkah progresif dalam memperluas akses pendidikan inklusif kembali dihadirkan melalui kolaborasi lintas sektor. Koordinator Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi IAIN Pontianak, Andry Fitriyanto, M.Ud., menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait penyusunan modul atau buku ajar bagi anak Tuli, pada Sabtu, (24/10/2026).

Kegiatan ini merupakan inisiatif bersama mahasiswa Pascasarjana IAIN Pontianak melalui Kelompok ADER Linguistik dalam program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Karya Ilmiah (PKM-KI) dan Maktab Tuli As-Sami Pontianak.

Andry mengungkapkan rasa syukur dan bahagia atas tingginya kepedulian serta keterlibatan berbagai pihak dalam memperjuangkan kesetaraan dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, khususnya teman-teman Tuli. Menurutnya, semakin banyak pihak yang mengambil peran, semakin cepat pula cita-cita mewujudkan tatanan kehidupan yang inklusif terwujud.

“Alhamdulillah, senang sekali kawan-kawan Pascasarjana dan Maktab Tuli menginisiasi kegiatan FGD berkaitan dengan modul atau buku ajar bagi teman-teman Tuli. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini selaku Koordinator Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi. Senang sekali banyak pihak yang terlibat dan berjuang menuju inklusivitas kehidupan kita, yang saat ini sudah banyak mengambil peran,” ujar Andry.

Lebih lanjut, Andry menekankan pentingnya rencana tindak lanjut (RTL) yang nyata dari setiap unsur yang hadir dalam forum tersebut. Ia berharap seluruh pihak yang diundang dan telah menyepakati komitmen dapat segera merealisasikannya melalui penandatanganan kesepakatan bersama.

Langkah konkret ini diharapkan mampu menghasilkan modul pembelajaran yang disusun secara sistematis, sesuai dengan tahapan dan urutan yang telah divalidasi oleh psikolog.

“Harapan kegiatan ini, konkretnya harus ada RTL dari masing-masing pihak yang diundang, yang sudah menyepakati dan menandatangani kesepakatan, agar ada RTL untuk menghasilkan produk konkret berupa modul berkaitan dengan urutan-urutan yang sudah disepakati psikolog,” tambahnya.

Ia juga berharap ke depannya kolaborasi ini dapat terus diperluas dengan melibatkan berbagai bidang keahlian secara spesifik, seperti PKBI, unsur perguruan tinggi IAIN, pemerhati lingkungan, psikolog, serta lembaga terkait lainnya. Setiap bidang diharapkan dapat mengambil peran aktif untuk merumuskan bab atau modul sesuai dengan keahlian masing-masing agar dapat segera diterbitkan dan disosialisasikan secara luas kepada masyarakat.

Keterlibatan aktif Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi IAIN Pontianak ini semakin memperkuat sinergi antarlembaga dalam menghadirkan solusi nyata di bidang pendidikan. Melalui modul yang terstandar dan kolaborasi lintas sektor, akses literasi dan kualitas pendidikan bagi anak Tuli di Kalimantan Barat diharapkan dapat terus ditingkatkan.

Penulis: Tim ADER Linguistik

  • Romdlon
  • Elis Nurhadijah
  • Dwi Pratiwi
  • Aisyah Hamidah
Scroll to Top