IAIN Pontianak

BERNALA X PGMI SPACE Berkolaborasi dengan Maharatu Foundation, HMPS PGMI IAIN Pontianak Bangun Generasi Calon Pendidik Berkarakter dan Berbuday

Pontianak (iainptk.ac.id)  — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMPS PGMI) IAIN Pontianak sukses menyelenggarakan kegiatan BERNALA X PGMI SPACE Collaboration Maharatu Foundation pada Sabtu, 31 Oktober 2026, pukul 08.00 WIB, bertempat di Istana Kadriah Kesultanan Pontianak. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi dalam menyambut mahasiswa baru sekaligus menanamkan nilai kepemimpinan, kebersamaan, pendidikan, dan pelestarian budaya kepada calon pendidik masa depan.

Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri oleh Seri Paduka Maulana Sultan Syarif Machmud Melvin Alkadrie, S.H., M.E., Sultan Pontianak IX; Syecha Tanaya Ahmad Alkhalidi, Maharatu Suri Mahkota Agung; Pangeran Herry, S.H., M.H.; Maulana Raul Arteta, Executive Director Maharatu Foundation; Raden Eddy Supriadi, S.Pd., Kepala Bidang Divisi Education & Youth Development; serta Prof. Dr. Rianawati, M.Ag., Wakil Dekan I, Kartini, M.Ag., Wakil Dekan II, Dr. Sahrani, S.E.I., M.Pd., Wakil Dekan III, Maha Lastasa Buju Basafpipana Habaridota, M.Pd., selaku Ketua Program Studi PGMI IAIN Pontianak, Fitri Muthmainnah, M.Pd., serta Risky Widia Putri selaku Ketua Umum HMPS PGMI beserta jajaran pengurus.

Kegiatan ini juga diikuti oleh 110 mahasiswa baru Program Studi PGMI IAIN Pontianak yang menjadi peserta utama dalam rangkaian agenda BERNALA X PGMI SPACE.

Sultan Pontianak Dukung Gerakan Anak Muda di Bidang Pendidikan dan Kebudayaan

Sebelum rangkaian acara resmi dimulai, Sultan Syarif Machmud Melvin Alkadrie mengajak Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, Ketua dan Sekretaris Program Studi PGMI, serta Ketua Umum HMPS PGMI untuk berbincang di ruang tamu Istana Kadriah Kesultanan Pontianak. Pertemuan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus ruang bertukar pandangan mengenai pengembangan pendidikan dan peran generasi muda dalam menjaga kebudayaan.

Dalam kesempatan tersebut, Sultan menyampaikan dukungan terhadap gerakan anak muda yang berorientasi pada pengembangan pendidikan dan pelestarian budaya.

“Saya sangat senang dan mendukung kegiatan anak-anak muda yang bergerak dalam pendidikan dan berkaitan dengan kebudayaan. Saya mendukung Maharatu Foundation ini dengan harapan pendidikan dapat terus bergerak dan tumbuh dengan nilai kebudayaan yang harus kita jaga,” ujar Sultan Syarif Machmud Melvin Alkadrie.

Dukungan tersebut menjadi dorongan HMPS PGMI dan Maharatu Foundation untuk terus membangun kolaborasi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepemimpinan, serta kecintaan generasi muda terhadap kebudayaan.

Rangkaian pembukaan kegiatan diawali dengan pembukaan MC lalu laporan Ketua Panitia, Aulia Fahrani, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari para tamu undangan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum HMPS PGMI, Risky Widia Putri, memaparkan makna dan tujuan dari pelaksanaan BERNALA X PGMI SPACE.

Ia menjelaskan bahwa BERNALA dan PGMI SPACE merupakan dua agenda berbeda yang saling melengkapi dalam mendukung proses awal mahasiswa baru menempuh pendidikan tinggi.

BERNALA merupakan singkatan dari Bersama Menata Langkah Awal, dimana kegiatan ini dimaknai sebagai bentuk pendampingan HMPS PGMI bersama Ketua dan Sekretaris Program Studi dalam membersamai langkah awal mahasiswa baru memasuki dunia perkuliahan di IAIN Pontianak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru diharapkan memperoleh motivasi, arahan, serta gambaran mengenai kehidupan akademik agar mampu mengikuti perkuliahan dengan baik, berproses, dan bertumbuh bersama dalam mencapai tujuan yang diharapkan.

Sementara itu, PGMI SPACE menjadi wadah pertemuan dan kebersamaan mahasiswa baru melalui kegiatan outbound yang dirancang untuk memperluas pertemanan, mempererat tali silaturahmi, serta membangun hubungan yang harmonis dan rasa kekeluargaan di antara mahasiswa. Melalui berbagai aktivitas interaktif, mahasiswa diharapkan dapat saling mengenal, mengembangkan kreativitas, dan belajar bekerja sama tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Kolaborasi bersama Maharatu Foundation juga diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas gerakan pendidikan yang memberikan motivasi dan dorongan kepada calon pendidik. Dengan demikian, mahasiswa PGMI tidak hanya dipersiapkan menjadi pendidik yang kompeten secara akademik, tetapi juga berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, menjunjung tinggi nilai kebudayaan, serta mampu menghadirkan perubahan positif bagi masa depan pendidikan.

Dalam sambutannya, Syecha Tanaya Ahmad Alkhalidi menjelaskan latar belakang berdirinya Maharatu Foundation serta harapannya terhadap pengembangan pendidikan melalui gerakan kolaboratif.

Ia mengungkapkan bahwa pada awalnya dirinya memiliki impian untuk membangun sekolah. Namun, setelah melihat perkembangan dunia pendidikan dan banyaknya sekolah yang telah berdiri, ia kemudian mengalihkan fokusnya untuk membangun yayasan yang dapat berkontribusi lebih luas dalam mendukung pendidikan dan perkembangan generasi muda.

“Saya dulu memiliki mimpi untuk membangun sekolah, namun dilihat kembali sekarang sudah banyak sekolah-sekolah yang berdiri. Maka saya beralih untuk menciptakan yayasan Maharatu Foundation,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa nama “Maharatu” memiliki makna yang mendalam. Maharatu bukan semata-mata merujuk pada dirinya, melainkan menggambarkan sosok seorang ibu yang merawat, mendidik, dan menjadi rumah tempat anak-anaknya kembali dengan rasa aman dan hangat.

Melalui filosofi tersebut, Maharatu Foundation diharapkan hadir sebagai ruang yang mengayomi, menuntun langkah kecil generasi muda, serta membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang mampu memberikan dampak besar bagi sesama melalui kolaborasi.

“Target saya adalah sekolah-sekolah, untuk membantu dan bekerja sama dalam membangun pendidikan,” tambahnya.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung pertumbuhan generasi muda. Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga formal, tetapi juga membutuhkan keterlibatan yayasan, organisasi mahasiswa, dan masyarakat untuk melahirkan perubahan yang berkelanjutan.

 

 

Sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita yang dilakukan oleh Seri Paduka Maulana Sultan Syarif Machmud Melvin Alkadrie, S.H., M.E., bersama para tamu undangan.

Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya kolaborasi BERNALA X PGMI SPACE bersama Maharatu Foundation sekaligus menandai komitmen bersama dalam mendukung pengembangan mahasiswa PGMI sebagai calon pendidik yang memiliki wawasan luas, karakter kuat, dan kepedulian terhadap kebudayaan.

Kehadiran para tokoh Kesultanan Pontianak, perwakilan Maharatu Foundation, pimpinan fakultas, serta pengelola Program Studi PGMI memberikan nilai tersendiri bagi kegiatan ini. Selain menjadi ajang penyambutan mahasiswa baru, kegiatan tersebut juga mempertemukan unsur akademik dan kebudayaan dalam satu ruang kolaborasi.

 

 

Setelah prosesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian informasi mengenai Program Studi PGMI IAIN Pontianak yang disampaikan langsung oleh Ketua dan Sekretaris Program Studi. Sesi ini diawali dengan perkenalan serta penyambutan mahasiswa baru, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai aturan dan ketentuan yang berlaku di lingkungan program studi.

Dalam penyampaiannya, Ketua Program Studi PGMI, Maha Lastasa Buju Basafpipana Habaridota, M.Pd., menekankan bahwa mahasiswa PGMI harus mempersiapkan diri tidak hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga dari segi adab, perilaku, dan penampilan sebagai calon pendidik.

“Menjadi calon pendidik, kita tidak hanya harus pintar, tetapi juga harus membiasakan adab dan perilaku yang baik, juga cara berpakaian yang sopan layaknya pendidik. Karena kalian akan dipersiapkan menjadi guru, menjadi contoh untuk anak-anak didik kalian,” jelasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa profesi guru menuntut tanggung jawab yang besar. Seorang pendidik tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap, tutur kata, kedisiplinan, dan perilaku sehari-hari.

Melalui sesi ini, mahasiswa baru diharapkan mampu memahami lingkungan akademik, membangun kebiasaan positif sejak awal perkuliahan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme sebagai calon guru madrasah ibtidaiyah.

 

 

Setelah rangkaian kegiatan pagi selesai, acara dilanjutkan kembali seusai istirahat, salat, dan makan (ISHOMA) dengan agenda outbound mahasiswa baru PGMI.

Outbound menjadi momentum untuk memperluas relasi dan pertemanan antarmahasiswa tanpa memandang perbedaan latar belakang. Kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan perkuliahan yang harmonis, suportif, dan penuh rasa kekeluargaan.

Bagi mahasiswa PGMI yang kelak akan menjadi pendidik, pengalaman tersebut juga memiliki nilai pembelajaran tersendiri. Kemampuan berkomunikasi, memahami orang lain, bekerja dalam tim, dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama merupakan bekal penting yang dapat diterapkan dalam kehidupan akademik maupun dunia pendidikan.

Pelaksanaan BERNALA X PGMI SPACE Collaboration Maharatu Foundation menjadi wujud komitmen HMPS PGMI IAIN Pontianak dalam mendampingi mahasiswa baru sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi pengembangan pendidikan.

Melalui BERNALA, mahasiswa baru diharapkan mampu menata langkah awal perkuliahan dengan kesiapan, motivasi, dan pemahaman yang baik. Sementara melalui PGMI SPACE, mereka diajak membangun kebersamaan, memperluas relasi, serta mengembangkan potensi diri melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.

Kolaborasi bersama Maharatu Foundation turut memperkuat harapan agar gerakan pendidikan dapat tumbuh dengan mengedepankan nilai kemanusiaan, kepemimpinan, kebudayaan, dan kepedulian sosial. Sinergi ini menjadi langkah penting dalam menyiapkan calon pendidik yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kemampuan untuk membawa perubahan.

Pada akhirnya, kegiatan ini bukan sekadar seremoni penyambutan mahasiswa baru, melainkan awal dari perjalanan panjang dalam membangun generasi calon pendidik yang siap berproses, bertumbuh, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Melalui BERNALA X PGMI SPACE, HMPS PGMI IAIN Pontianak bersama Maharatu Foundation berharap dapat terus menumbuhkan semangat kolaborasi dan memperkuat fondasi pendidikan yang berkarakter serta berbudaya. Sebab, langkah awal yang ditata bersama hari ini merupakan bagian dari upaya melahirkan pendidik masa depan yang mampu menginspirasi, mengayomi, dan membawa perubahan bagi generasi berikutnya.

Kontributor : PGMI

Editor : Bambang

Scroll to Top