IAIN Pontianak

ILUNI IAT IAIN Pontianak Gelar Silaturahmi dan Musyawarah Besar, Perkuat Sinergi Alumni dengan Almamater

Pontianak (iainptk.ac.id) Sabtu, 31 Oktober 2026 – Ikatan Alumni (ILUNI) Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) IAIN Pontianak menggelar Silaturahmi dan Musyawarah Besar di Ruang C.408 Gedung Pascasarjana lantai 4 IAIN Pontianak, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini diawali dengan pembacaan surat Yasin bersama.

Acara dihadiri Rektor IAIN Pontianak yang diwakili Kepala Biro IAIN Pontianak, Dr. H. Moh. Junaidin, M.A., Ketua Program Studi IAT H. Hepni Putra, Lc., M.Ag., dan Sekretaris Program Studi IAT Ica Fauziah Husnaini, M.Ag. Hadir pula Dr. Eka Hendry AR., S.Ag., S.Pd., M.Si., M.Pd. yang mewakili Ketua ILUNI IAT, para alumni IAT angkatan 2013- 2022, serta mahasiswa IAT IAIN Pontianak.

Sambutan sekaligus pembukaan kegiatan disampaikan oleh Kepala Biro IAIN Pontianak, Dr. H. Moh. Junaidin, M.A. Ia mengajak seluruh alumni untuk mengembangkan potensi yang dimiliki agar menjadi nilai yang memberikan sumbangsih bagi masyarakat. Ia juga berpesan agar alumni IAT tidak berkecil hati dan tidak merasa rendah diri.

“Jangan pesimis, jangan minder, karena prodi IAT tidak menjadi halangan untuk tampil,” tuturnya.

Sementara itu, Dr. Eka Hendry AR., S.Ag., S.Pd., M.Si., M.Pd. yang mewakili Ketua ILUNI IAT dalam sambutannya menyatakan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan ini.

Dalam keterangannya, Ketua Program Studi IAT H. Hepni Putra, Lc., M.Ag. menyampaikan bahwa pertemuan alumni ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan ikatan kekeluargaan, sekaligus membangun kembali komunikasi dan sinergi antara alumni dan almamater. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga ruang berbagi pengalaman, gagasan, dan inspirasi dari berbagai kiprah alumni di tengah masyarakat.

“Lebih dari itu, pertemuan ini menjadi sarana untuk meneguhkan kembali identitas dan tanggung jawab keilmuan sebagai alumni Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, yakni membawa nilai-nilai Al-Qur’an agar senantiasa hidup, membumi, dan memberikan solusi bagi berbagai persoalan umat dan kehidupan sosial,” ujarnya.

Ia berharap pertemuan ini melahirkan persaudaraan alumni yang kuat secara emosional dan kokoh dalam komitmen untuk saling mendukung, menguatkan, dan memberdayakan. Alumni, lanjutnya, diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi komunitas intelektual yang saling terhubung dan berbagi peluang.

“Karena sejatinya, keberhasilan sebuah program studi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana para alumninya mampu memberikan manfaat, menebarkan nilai-nilai kebaikan, dan menghidupkan spirit Al-Qur’an di tengah masyarakat,” tambahnya.

Penulis : Fahri (Gen HI)

Editor : Bambang

Scroll to Top