IAIN Pontianak

Struktur Modul Visual Literasi Isyarat Tuli, dari Perhatian Orang Tua hingga Literasi Digital

Pontianak (iainptk.ac.id) Senin, 2 November 2026 – Inisiatif kolaboratif dalam mewujudkan kesetaraan literasi bagi penyandang disabilitas pendengaran terus menunjukkan progres signifikan. Kelompok ADER Linguistik, yang berkolaborasi dengan Maktab Tuli As-Sami Pontianak, sukses menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pembuatan Modul Visual Literasi Isyarat” di Pontianak pekan lalu Sabtu (24/10).

Ketua Kelompok ADER Linguistik Romdlon mengatakan FGD ini menjadi momentum krusial karena berhasil menyepakati dan merumuskan struktur modul secara sistematis, adaptif, serta komprehensif. Modul visual ini dirancang khusus untuk merespon kebutuhan riil Teman Tuli dalam meniti jenjang literasi, mulai dari ranah keluarga hingga ruang digital.

Berdasarkan hasil kesepakatan FGD yang berlangsung sistematik dan terstruktur dimulai dari mendengarkan paparan masing-masing pakar/ahli terkait problem warga negara Tuli serta pentingnya melahirkan sebuah bahan ajar berupa modul pembelajaran literasi isyarat tersebut. Karena itu, struktur Modul Visual Literasi Isyarat disusun secara berurutan dan berjenjang guna memastikan pemahaman yang optimal bagi pengguna. Urutan materi dirancang sebagai berikut:

Pertama, Perhatian Orang Tua terhadap Tuli Menjadi fondasi awal untuk membangun kesadaran, dukungan emosional, serta pola komunikasi inklusif di lingkungan keluarga.

Kedua, Isyarat Dasar;  Pengenalan abjad, angka, dan gestur komunikasi harian.

Ketiga, Pengenalan Diri;  Materi identitas personal, ekspresi diri, dan relasi sosial dasar.

Keempat, Akademik Dasar;  Penguatan konsep literasi dan numerasi dasar untuk menunjang pembelajaran mandiri.

Kelima, Keagamaan  Pembelajaran istilah, pemahaman, dan praktik ibadah melalui visualisasi isyarat yang adaptif.

Keenam, Penyadartahuan Lingkungan dan Pancasila; Penanaman nilai-nilai kebangsaan, hak asasi, kewarganegaraan, serta kesadaran inklusi.

Ketujuh, Literasi Digital Pembekalan etika, keamanan, dan keterampilan memanfaatkan teknologi informasi di era digital.

Kekuatan utama dari modul ini tidak hanya terletak pada kelengkapan materinya, tetapi juga pada bobot metodologisnya. Modul Visual Literasi Isyarat ini telah melewati proses validasi dari segi psikologi perkembangan dan edukasi untuk memastikan materi yang disajikan ramah secara kognitif serta psikologis bagi Teman Tuli.

Selain itu, perumusan modul merupakan hasil penggodokan intensif bersama berbagai pihak berkompeten, di antaranya: Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo) sebagai otoritas pengembang dan penyelaras bahasa isyarat. Juru Bahasa Isyarat (JBI) profesional yang mengawal ketepatan penerjemahan serta kesesuaian ekspresi visual. Bidang keagamaan fokus merumuskan materi keislaman, fiqih bersuci, sholat, dan adab. Ilmu Komunikasi dan Iknlusi yang fokus pada prinsip komunikasi visual, teks, dan aksesibilitas informasi. Sedangkan Teman-Teman Tuli juga diikutsertakan, yang terlibat langsung secara partisipatif untuk mengevaluasi sekaligus menjadi figur peraga isyarat sesuai dengan kebutuhan teknis di lapangan.

Melalui integrasi antara basis linguistik, aspek psikologis, serta keterlibatan aktif komunitas Tuli, modul ini diharapkan hadir tidak sekadar sebagai panduan belajar, melainkan sebagai media pemberdayaan yang presisi, valid, dan berdaya guna secara luas.

Tim Penulis Kelompok ADER Linguistik.

  1. Aisyah hamidah
  2. Dwi pratiqi
  3. Elis nur khadijah
  4. Romdlon
Scroll to Top