PONTIANAK (iainptk.ac.id)–Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan IAIN Pontianak, Dr. H. Saifuddin Herlambang, M.A memberikan pembinaan kepada seluruh tenaga kontrak IAIN Pontianak. Selasa, (12/2/2019) pagi.

Seratus orang pegawai kontrak memadati ruangan auditorium Syeikh Abdul Rani Mahmud. Hadir pula kepala Biro AUAK, para kabag dan para kasubbag di lingkungan IAIN Pontianak.

Wakil Rektor II menegaskan, “Pembinaan pegawai kontrak hari ini bukan hanya sekedar kegiatan seremonial, bukan formalitas dan ritualistik belaka. Tetapi untuk modal dalam mem-push-up meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kita” tuturnya.

Dr. Saifuddin Herlambang mengutip kaidah usul fiqh “sesuatu yang dengannya sempurna sesuatu yang wajib, maka dia menjadi wajib” katanya. “Tenaga kontrak di IAIN Pontianak ini, seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), yang memang sebenarnya tenaga kontrak disini mengerjakan pekerjaan ASN. Oleh karena itu, kewajiban dan disiplin yang melekat pada diri PNS/ASN semestinya juga melekat pada diri tenaga kontrak”, imbuhnya bersemangat.

Warek II ini mengharapkan tenaga kontrak harus berpikiran bahwa siapapun yang tidak bisa mengikuti perkembangan dan kebutuhan instansi dimana ia bekerja, ia akan tersingkir secara otomatis. Oleh karena itu, jangan pernah berpikir jika tidak bekerja maksimal akan aman-aman saja, tidak. Mungkin karena sistem belum jalan. Tetapi, jika sistem yang ditawarkan pemerintah (PP No 49 Tahun 2018) sudah berjalan, tentu mengharuskan itu” paparnya.

“Oleh karena itu, pembinaan ini dilakukan ke tenaga kontrak sebagai bukti bahwa pembinaan ini merupakan bukti bahwa pimpinan IAIN Pontianak sayang kepada bapak ibu semuanya. Ada beberapa pegawai yang datang pagi absen lalu siangnya keluar, datang lagi maghrib sudah tidak ada orang. Sebenarnya, pegawai yang seperti ini sudah ingin mundur atau ingin dikeluarkan dari IAIN. Oleh karena itu, pembinaan ini merupakan rasa sayang pimpinan terhadap ke tenaga kontrak. Maka, cara pandang dan paradigma seperti ini yang harus dibangun. Karena atensi pimpinan tinggi” jelasnya.

“Alhamdulillah, IAIN Pontianak melalui rektor dan pimpinan-pimpinan sudah memutuskan penyesuaian gaji berdasarkan UMK di tahun 2019 ini. Insya Allah, gaji tenaga kontrak naik” jelasnya disambut tepuk tangan yang gemuruh oleh hadirin.

“Kenaikan gaji tersebut tentu harus diikuti dengan peningkatan kinerja. Ia mencontohkan, betapa mulia seorang tukang. Mereka yang bekerja sebagai tukang bangunan, jauh lebih jujur. Karena jika mereka tidak masuk kerja mereka tidak pernah minta bayar ke yang tuan rumah. Sedangkan tenaga kontrak hanya masuk untuk absen sementara banyak keluarnya, bapak ibu dibayar gak? Jika ada diantara kita yang telinganya tidak bergeming dengan cerita ini, pasti ada masalah dengan imannya. Kenapa tanya beliau? Karena ini ada hubungannya dengan halal haram. Kan, suatu yang aneh jika kita sudah tidak menghiraukan halal haram pada rezeki kita” nasihatnya.

“Oleh karena itu, pembinaan ini adalah komitmen pimpinan. Jika selepas pembinaaan ini, masih ada tenaga kontrak tidak mau berubah dan meningkatkan kinerja, tentu tenaga kontrak itu sendiri yang ingin keluar dari IAIN Pontianak. karena memang pimpinan berharap di IAIN Pontianak tidak ada lagi pemecatan tenaga kontrak. Karena IAIN Pontianak sudah tidak mungkin lagi jalan di tempat, kalau IAIN jalan di tempat kita tidak mungkin jadi UIN, kesejahteran tenaga kontrak tidak mungkin bertambah. Artinya, jika tenaga kontrak bekerja dengan baik, itu berarti tenaga kontrak tersebut berusaha memperbaiki kesejahteraan bapak ibu sendiri” harapnya.

Penulis: Heriansyah
Editor: Aspari Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here