Pontianak (iainptk.ac.id) Rabu, 7 Oktober 2026 — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pembaruan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan dan masa depan mahasiswa. Upaya ini diwujudkan melalui Konsorsium Pengembangan Kurikulum Pembelajaran Tahun 2026 yang digelar di Hotel Perdana Pontianak, (7/10/2026).
Kegiatan ini diikuti 88 dosen dari lingkungan Pascasarjana dan FTIK IAIN Pontianak yang berlatar belakang keilmuan pendidikan, serta delapan dosen utusan dari berbagai perguruan tinggi di Pontianak. Hadir pula Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Pontianak, Dr. Firdaus Ahmad, M.H., yang mewakili Rektor, hadir juga Wakil Rektor II, Dekan FTIK beserta jajaran, ketua dan sekretaris program studi, guru besar, dosen dan tendik di FTIK. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Urai Salam, Ph.D., Dekan FKIP Universitas Tanjungpura.
Ketua Panitia, Prof. Dr. Rianawati, M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan kurikulum dan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa.
“Kegiatan ini merupakan bagian daripada ikhtiar kita untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan kurikulum dan pembelajaran yang relevan, adaptif, terukur, dan berorientasi pada capaian kompetensi lulusan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Dekan FTIK IAIN Pontianak, Prof. Dr. Muhammad Edi Knanto, S., M.Pd., menekankan pentingnya penyelesaian RPS sekaligus pemanfaatan teknologi dalam proses penyusunannya. “Output terakhir kita saya berharap di tahun ini, di semester ini, bahkan setelah kegiatan ini RPS kita semuanya sudah clear,” ungkapnya.
Dalam arahannya, Dr. Firdaus Ahmad mengingatkan bahwa kurikulum pada dasarnya harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkembang dan mempersiapkan masa depan. Ia mengibaratkan kurikulum sebagai lahan pacu bagi peserta didik.
“Kurikulum itu diibaratkan kita menyiapkan lahan pacu bagi peserta didik… menyediakan lahan pacu bagi mereka untuk laju mengejar masa depannya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar penyusunan kurikulum tidak terjebak pada ego keilmuan. Kurikulum harus benar-benar disusun untuk kepentingan peserta didik sehingga tidak menghambat potensi dan langkah mereka dalam meraih masa depan.
Dalam pelaksanaannya, peserta juga mendapatkan pendampingan teknis untuk memasukkan data kurikulum dan menyusun RPS melalui aplikasi Sisakur OBE. Pemanfaatan AI dalam aplikasi tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat pekerjaan dosen, tetapi hasilnya tetap perlu dicermati dan diteliti kembali agar sesuai dengan standar akademik.
Konsorsium ini menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman tentang Outcome-Based Education (OBE) sekaligus memperkuat penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Pembahasan difokuskan pada keterkaitan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Sub-CPMK, materi pembelajaran, hingga asesmen.
Selain pembaruan pemahaman OBE, kegiatan ini juga memperkenalkan Sisakur OBE (Sistem Asistensi Pengembangan Kurikulum OBE). Aplikasi ini dikembangkan untuk membantu dosen menginput data kurikulum dan menyusun RPS. Sisakur bahkan sudah dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dapat membantu membuat draf RPS dengan cepat. Meski begitu, hasil yang dibuat dengan bantuan AI tetap harus ditelaah dan disesuaikan oleh dosen agar sesuai dengan kebutuhan dan standar pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, FTIK menargetkan penyusunan RPS yang lebih terarah dan dapat diterapkan dalam sistem akademik. Penguatan OBE, pemanfaatan Sisakur, dan penggunaan teknologi AI diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran sekaligus membantu pemenuhan standar akreditasi di lingkungan FTIK IAIN Pontianak.
Penulis : Fifi dan Fitri
Editor : Bambang



