Pontianak (iainptk.ac.id) 7 Juli 2026 – Humas IAIN Pontianak menginisiasi pembentukan grup WhatsApp pengelola humas perguruan tinggi negeri dan swasta se-Kalimantan Barat yang diharapkan bisa menjadi Forum Humas sebagai wadah memperkuat koordinasi, berbagi praktik baik, serta membangun kolaborasi dalam pengelolaan komunikasi publik. Inisiatif tersebut lahir dalam Workshop Humas sebagai Strategic Partner dalam Mendorong Transformasi dan Daya Saing Perguruan Tinggi yang diselenggarakan Universitas Tanjungpura (Untan), Selasa (7/7/2026), dan mendapat sambutan positif dari penyelengara dan peserta sebagai langkah awal membangun sinergi antarinstitusi di Kalimantan Barat.
Workshop ini bertujuan meningkatkan kapasitas serta kompetensi insan humas dalam menghadapi tantangan komunikasi publik di era digital. IAIN Pontianak mengirimkan delegasi yang terdiri atas Ketua Tim Humas Bambang Eko Priyanto, S.Kom.I., M.Pd., bersama Fitria Rachmayanti, S.IP., dan Ahmad Arif Ramadhan, S.Ag., untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Membuka kegiatan, Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat (BPKHM) Universitas Tanjungpura, Endah Priyanti, S.Hut., M.M., menegaskan bahwa humas memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada para pemangku kepentingan sekaligus membangun reputasi institusi.
“Humas memiliki peran yang sangat strategis sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada para pemangku kepentingan sekaligus membangun reputasi institusi. Melalui kegiatan ini, kami berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antarperguruan tinggi di Kalimantan Barat sehingga pengelolaan komunikasi publik dapat berkembang secara profesional, adaptif, dan memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan tinggi,” ujar Endah.
Pada sesi pertama, Ketua Tim Publikasi dan Dokumentasi Biro Humas dan Pengadaan Barang/Jasa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dinna Handini, S.Sos., M.Si., memaparkan bahwa fungsi humas telah mengalami transformasi yang signifikan. Menurutnya, humas tidak lagi hanya bertugas mendokumentasikan dan memublikasikan kegiatan, melainkan menjadi mitra strategis pimpinan yang mampu menyusun strategi komunikasi, mengelola isu, melakukan mitigasi risiko, serta memberikan rekomendasi sebagai dasar pengambilan kebijakan.
“Peran humas saat ini telah bertransformasi. Humas tidak lagi hanya bertugas mengambil foto, membuat video, atau memublikasikan kegiatan, tetapi harus mampu menjadi mitra strategis pimpinan melalui penyusunan strategi komunikasi, pengelolaan isu, mitigasi risiko, hingga memberikan rekomendasi yang mendukung pengambilan kebijakan,” jelas Dinna.
Ia juga menekankan pentingnya penyusunan Frequently Asked Questions (FAQ), penerapan standar operasional prosedur (SOP), serta konsep One Message One Communication Voice sebagai upaya membangun narasi yang selaras dan konsisten dalam komunikasi kelembagaan.
Sementara itu, Penanggung Jawab Media Sosial Kemdiktisaintek, Ayu Pravitasari, S.I.Kom., M.Si., menjelaskan bahwa publikasi merupakan bagian dari strategi branding perguruan tinggi. Oleh karena itu, setiap konten harus mampu menarik perhatian audiens sejak detik pertama dan didukung dengan strategi komunikasi digital yang tepat.
“Publikasi bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi merupakan bagian dari strategi branding institusi. Karena itu, setiap konten harus memiliki pesan yang kuat, mampu menarik perhatian sejak detik pertama, dan disebarluaskan melalui strategi komunikasi digital yang tepat agar reputasi perguruan tinggi semakin kuat,” ungkap Ayu.
Ia juga memperkenalkan pendekatan PESO (Paid, Earned, Shared, dan Owned Media) sebagai strategi komunikasi digital untuk mengoptimalkan distribusi konten serta memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.
Sebagai tindak lanjut workshop, peserta juga bersepakat memperkuat jejaring komunikasi antarpengelola humas perguruan tinggi di Kalimantan Barat. Dalam forum tersebut, IAIN Pontianak menginisiasi pembentukan grup WhatsApp pengelola humas perguruan tinggi negeri dan swasta se-Kalimantan Barat sebagai wadah koordinasi, berbagi praktik baik, serta memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan komunikasi publik dan publikasi kelembagaan.
Inisiatif tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta sebagai langkah awal membangun sinergi yang lebih erat antarinstitusi dalam menghadapi tantangan komunikasi publik yang semakin dinamis.
Menanggapi materi yang disampaikan para narasumber sekaligus sebagai tindak lanjut workshop, Ketua Humas IAIN Pontianak, Bambang Eko Priyanto, S.Kom.I., M.Pd., menilai bahwa penguatan kapasitas humas menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda seiring berkembangnya dinamika komunikasi publik.
“Materi yang disampaikan para narasumber selaras dengan tantangan kehumasan saat ini. Ke depan, Humas IAIN Pontianak harus terus mengembangkan kompetensi dan memperkuat kapasitas sebagai mitra strategis pimpinan. Branding yang dibangun tidak boleh hanya sebatas pencitraan, tetapi harus lahir dari kualitas layanan, prestasi, dan kinerja nyata sehingga mampu membangun kepercayaan publik serta menghadirkan wajah positif institusi di mata masyarakat,” ujar Bambang.
Melalui workshop ini, Humas IAIN Pontianak tidak hanya memperoleh penguatan wawasan mengenai komunikasi strategis, tetapi juga menginisiasi kolaborasi antarpengelola humas perguruan tinggi di Kalimantan Barat. Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membangun jejaring komunikasi yang lebih solid, memperkuat reputasi kelembagaan, serta mendorong peningkatan daya saing perguruan tinggi melalui pengelolaan informasi yang profesional, adaptif, dan kolaboratif.
Penulis : Fitria
Editor : Bambang




