Ma’had Al-Jamiah IAIN Pontianak sukses menyelenggarakan Seleksi Penerimaan Mahasantri Baru pada Selasa (14/8/2018) bertempat di Gedung Perkuliahan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Pontianak Lantai IV. Seleksi ini terlaksana selama dua hari. Mulai 13 s.d. 14 Agustus 2018. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 270 mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.

Dalam pelaksanaannya, hari pertama (13/8/2018) sebagian besar peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dalam SPMB Tahun 2018. Sejak Pukul: 07.30-08.00 peserta melakukan validasi dan pengisian biodata diri. Selanjutnya pada Pukul: 08.00-12.00 peserta mengerjakan soal berisi Tes Kebahasaan. Dalam tes ini mahasiswa diminta mengerjakan soal bahasa Inggris dan Arab. Selanjutnya di hari kedua (14/8) sebanyak kurang lebih 270 mahasiswa secara bergantian melakukan tes wawancara. Dalam tes ini mahasiswa diwawancarai oleh beberapa Musyrif Ma’had Al-Jamiah IAIN Pontianak.

Menurut Ketua Panitia SPMB Ma’had Al-Jamiah IAIN Pontianak, Baihaqi, MA, ujian atau tes tahun ini sebenarnya hampir sama dengan tahun lalu yakni menggunakan tes tertulis berupa tes kebahasaan Arab dan Inggris serta tes wawancara.
“Bentuk tes yaitu tertulis dan wawancara. Tes tertulis dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus dan tes wawancaranya pada tanggal 14 Agustus 2018. Insyaallah pengoreksian hasil tes tertulis dan wawancara direkap pada tanggal 15-16 Agustus 2018. Jumlah kuota yang akan lulus sejumlah 216 orang” ungkapnya.

“Tujuan dilaksanakan SPMB Mahasantri adalah agar supaya memudahkan bagi para pengajar, pengelola, dan pegawai ma’had yang di pimpin oleh mudhir, untuk memilah dan memilih kelas bagi mahasantri yang akan menjadi penghuni ma’had selama dua semester. Sehingga bisa terukur kemampuan dari masing-masing mereka, sehingga pembelajaran dan program yang telah diagendakan oleh ma’had sesuai dengan standar yang sudah disepakati, yaitu menciptakan mahasntri yang memiliki dedikasi tinggi, sopan dalam sikap, bisa berkomunikasi dengan bahasa Arab dan Inggris, serta bisa membaca kitab al-Qur’an dan kitab kuning sebagai ciri dari sebuah pesantren.” imbuhnya.

Penulis: Septian Utut
Editor: Aspari Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here