Pontianak (iainptk.ac.id) Rabu, 15 Juli 2026 – Semangat untuk meraih pendidikan tinggi tidak mengenal batas. Hal tersebut dibuktikan oleh Guntur Pratama, mahasiswa disabilitas Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak, yang berhasil menyelesaikan studi strata satu setelah dinyatakan lulus sidang skripsi. Capaian ini menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi, melainkan motivasi untuk terus belajar, berkembang, dan mewujudkan cita-cita.
Guntur Pratama berhasil mempertahankan skripsi berjudul “Implementasi Model Pembelajaran Project Based Learning untuk Materi Fikih pada Pelajaran PAI di MAS Al-Mustaqim Tahun Pelajaran 2025–2026” dengan perolehan nilai 8,4.
Sidang skripsi dipimpin oleh Drs. Muhammad Rahmattullah, M.Ag selaku Ketua Sidang sekaligus Pembimbing Utama, didampingi Abdul Aziz, M.Pd sebagai Sekretaris Sidang sekaligus Pembimbing Pendamping. Adapun tim penguji terdiri atas Dr. Usman, M.Pd.I dan Salim, M.Pd.
Usai dinyatakan lulus, Guntur mengaku merasakan kebahagiaan sekaligus kelegaan setelah berhasil melewati salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademiknya.
“Perasaan saya tentu sangat senang dan lega setelah dinyatakan lulus sidang skripsi,” ungkap Guntur.
Bagi Guntur, menyelesaikan pendidikan merupakan bentuk komitmen terhadap pilihan hidup yang telah ia tetapkan sejak awal. Tekad tersebut menjadi motivasi utama yang terus menguatkannya hingga berhasil menyelesaikan studi.
“Saya ingin menyelesaikan jalan yang telah saya pilih. Setelah lulus, insyaallah saya ingin menjalankan berbagai rencana yang sudah saya siapkan,” ujarnya.
Selama menjalani perkuliahan hingga penyusunan skripsi, Guntur mengakui tidak lepas dari berbagai tantangan. Namun, ia memilih menghadapi setiap proses dengan sikap positif dan penuh rasa syukur.
“Tantangan tentu ada, tetapi saya berusaha menjalaninya dengan hati yang senang agar bisa menyelesaikan perkuliahan. Setelah itu, insyaallah saya ingin menjalankan planning saya,” tuturnya.
Keberhasilan tersebut, lanjut Guntur, tidak terlepas dari doa dan dukungan kedua orang tuanya yang selalu mendampinginya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Sekretaris Program Studi PAI sekaligus Penguji II, Salim, M.Pd, yang menurutnya menjadi saksi perjalanan suka dan duka selama proses penyusunan skripsi.
Menanggapi capaian tersebut, Salim menyampaikan apresiasi atas perjuangan Guntur hingga berhasil menyelesaikan studinya di Program Studi Pendidikan Agama Islam.
“Pertama tentu saya mengucapkan selamat kepada Guntur Pratama yang telah berhasil menyelesaikan studi di Program Studi PAI. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi berkah dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Salim.
Menurutnya, semangat dan kegigihan yang ditunjukkan Guntur menjadi teladan bagi mahasiswa lainnya untuk tidak mudah menyerah dalam menyelesaikan pendidikan.
“Dengan semangat yang tinggi, Guntur mampu menyelesaikan studinya dengan baik. Semoga perjuangan ini dapat menjadi contoh dan motivasi bagi mahasiswa lainnya, khususnya di Program Studi Pendidikan Agama Islam, untuk terus berusaha menyelesaikan pendidikan hingga tuntas,” tambahnya.
Sebagai mahasiswa disabilitas, Guntur berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang percaya diri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Menurutnya, kampus bukan hanya tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mengenali potensi diri, mengasah kemampuan berpikir, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan.
“Perguruan tinggi adalah tempat untuk mengasah pikiran, mengenal siapa diri kita, dan memahami batas kemampuan sebagai manusia. Dari sana, insyaallah kita akan lebih mudah beradaptasi dan berkembang menghadapi tantangan di masa depan,” pesannya.
Keberhasilan Guntur Pratama menjadi salah satu potret nyata komitmen IAIN Pontianak dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif dan ramah bagi semua. Melalui lingkungan akademik yang mendukung, setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan mengukir prestasi tanpa memandang latar belakang maupun kondisi yang dimiliki.
Penulis : BEP
Editor : Bambang


