Jakarta, (iainptk.ac.id)–Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar kegiatan Penyusunan Pagu Anggaran 2019 PTKIN Program Pendidikan Islam pada tanggal 25-28 Oktober 2018 di Hotel Harris Vertu, Jakarta.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Phill. Kamaruddin Amin, membuka kegiatan tersebut. Ia memaparkan “Indonesia negara yang anggaran pendidikannya dijamin oleh undang-undang. Sehingga di Indonesia tidak perlu berdebat dengan parlemen. Beda dengan negara-negara di Asia dan Eropa. Di Indonesia anggaran pendidikan 20 persen dari APBN. Tapi mengapa kualitas pendidikan kita tidak berbanding lurus dengan besarnya anggaran. Ternyata nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita di bawah negara-negara lain. Fakta ini oleh karena kita masih membangun akses yaitu masih bergelut membangun sarpras. Belum ke arah membangun mutu. Suatu saat kita akan tiba kepada memfokuskan pembangunan mutu dan kualitas” ujarnya.

“Adapun sumber pembiayaan yaitu PHLN, SBSN, APBN. PHLN ada 4 kampus, SBSN sekitar 1,5 T dan perguruan tinggi pada kisaran 825 M. Kiranya distribusi SBSN ini dapat terwujud dengan baik, baik di madrasah maupun di perguruan tinggi. Madrasah-madrasah negeri kita harus sudah sepenuhnya berorientasi kepada kualitas. Para perencana kanwil harus perhatikan infra strukturnya” imbuhnya.

“APBN, juga didistribusi secara equal. Yang perlu diperhatikan bahwa kondisi perencaan kita jauh dari akurasi. APBN di antaranya dialokasikan untuk membayar tunjangan kinerja (tukin) guru dan dosen. Maka Kabag Perencanaan untuk menyisir anggaran belanja pegawai dan jika ada sisa akan dibayarkan tukin dosen 2018. Sedangkan tukin 2015, 2016, 2017 akan dibayarkan paling lambat Maret 2019 lewat Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA-BUN)” jelasnya.

Rektor IAIN Pontianak, Dr. Syarif sangat menyambut baik kebijakan ini. Karena hal ini sudah bertahun-tahun dinanti oleh para dosen. “Dengan kebijakan ini kita bisa lebih memacu kinerja, dan yang sudah pasti akan menghilangkan perdebatan dan larak-lirik antara tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di kampus. Kita harus berterima kasih kepada pemerintah khususnya Bapak Menteri Agama dengan tim beliau yang telah memperjuangkan realisasi tukin dosen. Terima kasih tersebut wujudnya dengan kita terus memacu kinerja menuju kualitas dan mutu kampus kita dari semua sisi” ujarnya sumringah.

Penulis: Abdullah
Editor: Aspari Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here