JAKARTA (iainptk.ac.id)—Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin telah melaunching penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SPAN-UM PTKIN 2019, Rabu pagi (23/1) di Hotel Borobudur Jakarta.

Terdapat perubahan signifikan terkait kuota dari masing-masing jalur penerimaan. Menanggapi hal itu, Wakil Rektor I IAIN Pontianak, Dr. Firdaus Achmad memberikan komentarnya.

“Kebijakan tentang perubahan alokasi quota, dimana quota SPAN di 2018 maksimal 50% diturunkan menjadi minimal 20% di 2019, adalah realistis, karena data menunjukkan bahwa pendaftar ulang jalur SPAN tidak sebanding dengan jumlah pendaftar yang dinyatakan lulus. Walau kebijakan itu realistis, namun argumen yang melatarinya masih membutuhkan kajian kritis. Satu fakta penting yang mungkin terlewatkan untuk dijadikan sebagai bahan kajian kritis atas kebijakan tersebut, yaitu masa pengisian PDSS pada PTKIN dibuka setelah kemenristek dikti melakukannya terlebih dahulu. Jika fakta ini tetap tidak diperhitungkan, maka PTKIN akan selalu menjadi second choise bagi alumni MAN maupun SMA. Bahkan lebih parah lagi, PTKIN akan dijadikan pangkalan penantian akan kepastian mereka dari hasil pengumuman SPAN di Kemenristekdikti” ungkapnya di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (23/1).

Realitas yang tidak jauh berbeda dengan SPAN juga ditemukan pada jalur UM. Oleh karenanya, dibutuhkan kebijakan berani untuk menjadikan kedua jalur penerimaan mahasiswa baru ini sebagai ajang kompetisi positif, sehingga alumni MAN/SMA/pesantren teredukasi dalam menentukan kepastian pilihan masa depan pendidikan mereka” ujarnya.

Warek I melanjutkan, “Tahun 2019 ini, IAIN Pontianak menetapkan kuota penerimaan mahasiswa baru sebanyak 2000, naik sekitar 21% lebih dari 2018. Kuota 2000 tersebut terinci menjadi: jalun SPAN 600 mahasiswa, jalur UM 800, dan jalur mandiri 600. Salah satu dasar penetapan kuota ini adalah, hasil pembacaan terhadap data tentang animo masyarakat secara umum untuk menjadi mahasiswa IAIN Pontianak. Tahun 2018 jumlah mahasiswa yang mendaftar melebihi kuota yang telah ditetapkan” imbuhnya” ujarnya.

Warek I ini memiliki ekspektasi mahasiswa baru yang kita harapkan mendaftar ke IAIN Pontianak adalah alumni MAN/SMA/pesantren yang memiliki hasrat positif untuk merubah dirinya menjadi bagian integratif sivitas akademika IAIN Pontianak.

“Hasrat atau kemauan yang berlandas pada kesadaran diri tersebut merupakan faktor utama dan terpenting bagi mereka dalam proses membentuk diri menjadi manusia yg cerdas dan beramal, saleh dalam berpikir, mulia dan bersikap. Faktor ini melebihi faktor nilai akademis mereka di MAN/SMA/pesantren” tutupnya.

Penulis: Aspari Ismail
Editor: Aspari Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here