Prof. Dr. Dede Rosyada: PAI Menjadi Bagian untuk Memperkuat Profesionalisme dalam Dunia Kerja

0
247 views

Pascasarjana IAIN Pontianak pada Jum’at, 23 Desember 2016 menggelar Studium General. Adapun tema yang diusung pada kegiatan itu adalah, “Kompetensi Guru PAI dalam Era Globalisasi (Peluang & Tantangan).” Prof. Dr. Dede Rosyada, Rektor UIN Jakarta–hadir sebagai pembicara  yang dilaksanakan di Ruang Teater Gedung Biro AUAK IAIN Pontianak.

“Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat memperkuat moral, mental, sikap (attitude), dan tingkah-laku (behavior) untuk menjadi pekerja yang profesional (profesional worker). Artinya, agama dapat menjadi bagian untuk memperkuat profesionalisme dalam dunia kerja. Peran PAI masuk dalam profesionalisme bekerja, maka bekerja adalah ibadah. Mereka bekerja sesuai dengan profesinya masing-masing dan PAI mendorong mereka untuk bekerja profesional.” jelas Prof. Dr. Dede Rosyada, MA dihadapan ratusan para peserta Studium General.

Dalam pendahuluannya, Rosyada mengutip pendapat Robert Coe yang menyatakan bahwa setidaknya ada enam komponen yang bisa membuat proses pembelajaran yang baik. Enam komponen tersebut adalah pedagogical content of learning, quality of instruction, classroom climate, classroom management, teacher belief, dan professional behaviours. Oleh karena itu, untuk menjadi pengajar yang great teaching (mengajar dengan hebat) harus memenuhi keenam komponen tersebut.

Selanjutnya, Rosyada menjelaskan tugas dari guru PAI berdasarkan PP Nomor 55 Tahun 2007, yaitu mempersiapkan manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia dan mengembangkan serta memelihara toleransi. Dalam menjalankan tugas dari guru PAI tersebut, Rosyada menekankan bahwa guru PAI harus mempersiapkan lingkungan sekolah dan mempengaruhi diri sendiri, sesama guru dan kepala sekolah untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi, serta merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran PAI.

Dalam menjelaskan tantangan bagi guru PAI, Rosyada memberi contoh pejabat pemerintah yang melakukan tindak pidana korupsi.

Sebagai contoh, banyak sekali koruptor yang ada di Indonesia. Ketika mereka sekolah di tingkat SD-SMP-SMA sampai di Perguruan Tinggi, mereka mendapatkan Pendidikan Agama Islam di setiap jenjangnya yang diajar oleh guru PAI.” paparnya. “Kalau negara ini ingin menjadi negara yang clear goverment dan berkomitmen untuk menjadi negara yang bebas korupsi, maka peran guru PAI itu sangat strategis. Akan bagus negara Indonesia kalau guru PAI-nya terrevitalisasi fungsinya.” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here