Acara ini dihadiri oleh Sekjend Kementerian Agama, para pejabat eselon l dan eselon ll di lingkungan Kementerian Agama, para Rektor, dan para Kakanwil.

Sekjend Kementerian Agama Prof. Nurkhalis Setiawan menyampaikan arahan mewakili Menteri Agama yang sedang berada di Saudi Arabia atas urusan haji. Sekjend menyampaikan bahwa pimpinan satker harus menjadi pengawas dan pengontrol bagi CPNS yang telah lulus dan akan menjadi SDM di satkernnya. Atas ajakan itu para pimpinan yang hadir serentak menyatakan setuju.

CPNS yang telah lulus di Kementerian Agama sebanyak 14 ribu lebih akan tersebar di 4.590 satker. Mereka inilah yang harus diawasi. Adapun materi kontrol atau pengawasan itu adalah selain tentang Kompetensinya, ASN Kementerian Agama harus sudah selesai dengan paham keagamaannya, yaitu paham keagamaan harus termonitor bahwa mereka berpaham keagamaan yang moderat. Ini tidak bisa ditawar. Jika ada ASN yang nyeleneh paham keagamaannya, misalnya terindikasi kepada paham yang berafiliasi kepada radikalisme harus jangan dibiarkan. Sebelum berkembang besar, ibarat pohon sebelum tinggi maka jangan dibiarkan dan harus dipangkas.

Bagitu juga bahwa ASN Kementerian Agama harus sudah selesai dengan paham kebangsaannya. Ialah NKRI tidak bisa ditawar yakni harga mati. Para pimpinan harus memonitor mereka jangan sampai ada ASN Kementerian Agama terjebak dan dengan sengaja berafiliasi dengan aliran keagamaan dan paham kebangsaan yang sudah dilarang hidup di negeri ini.

Sekjend menegaskan bahwa hal ini harus dilakukan secara bersama. “Harus terwujud kebersamaan untuk mengawal arahan yang sangat penting ini. Sesungguhnya materi kontrol ini merupakan arahan Menteri Agama saat pertemuan menjelang penerimaan PNS” tukas Sekjend.

Rektor IAIN Pontianak Dr. Syarif, MA saat dikonfirmasi tanggapannya terhadap araham Menteri Agama yang distressing ulang oleh Sekjend ini menyampaikan bahwa IAIN Pontianak telah menyambut dan melaksanakan arahan tersebut. Baik pada menyeleksi CPNS maupun pada momen-momen pembinaan pegawai telah ditekankan tentang isi arahan tersebut. Bahkan IAIN mewajibkan sertifikasi wawasan kebangsaan bagi para pengurus semua ORMAWA di lingkungan kampus.

Adapun isi materi sertifikasi wawasan, tegas Rektor, ialah tentang Pancasila dan UUD 1945, tentang NKRI, tentang sejarah perjuangan bangsa, dan tentang Islam wasathiyah.

IAIN Pontianak mendapatkan 36 CPNS yang lulus formasi pada tahun 2018. Terdiri dari 33 calon dosen dan 3 orang tenaga administrasi.

Penulis: Abdullah
Editor: Aspari Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here