Pontianak (iainptk.ac.id) Senin, 06 Juli 2026 – Dalam rangka membekali calon pemimpin organisasi kemahasiswaan dengan pemahaman kebangsaan dan karakter kepemimpinan, IAIN Pontianak menggelar Sertifikasi Wawasan Kebangsaan (SWKB) bagi para calon pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 6 Juli 2026, di Gedung Aula A. Rani IAIN Pontianak.
Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa yang mencalonkan diri sebagai pengurus Ormawa. Melalui sertifikasi ini, peserta diharapkan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, jiwa kepemimpinan, serta karakter yang mencerminkan nilai-nilai akademik dan kebangsaan.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III IAIN Pontianak, Prof. Dr. Ismail Ruslan, M.Si., menegaskan bahwa menjadi seorang senator mahasiswa maupun anggota dewan mahasiswa harus diawali dengan perubahan pada diri sendiri. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu menunjukkan perkembangan yang positif, baik dari segi kedisiplinan, kedewasaan, maupun kualitas kepribadian.
“Menjadi senator mahasiswa atau dewan mahasiswa itu harus memiliki perubahan untuk pribadi terlebih dahulu. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang progresif, sehingga menjadikan diri kita jauh lebih baik, lebih disiplin, dan lebih dewasa dari sebelumnya. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang kepribadiannya lebih baik dari orang yang dipimpin dan akan terus berkembang menjadi lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Sertifikasi Wawasan Kebangsaan merupakan persyaratan wajib bagi mahasiswa yang ingin menjadi pengurus Ormawa. Hal tersebut karena kepengurusan organisasi kemahasiswaan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Rektor, sehingga diperlukan kesiapan karakter, wawasan, dan tanggung jawab dari setiap calon pengurus.
Selanjutnya, Wakil Direktur Pascasarjana, Dr. Samsul Kurniawan, M.Si., menyampaikan materi “Moderasi Beragama; Relasi Antar Umat Beragama dalam Bingkai NKRI.” Ia menjelaskan pentingnya moderasi beragama sebagai cara pandang yang mengedepankan sikap adil, seimbang, dan menghargai perbedaan. Menurutnya, keberagaman merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga melalui dialog, toleransi, serta semangat hidup berdampingan secara harmonis demi memperkokoh persatuan Indonesia.
Pada sesi penutup, Kepala Bagian ULA, Muhammad Syahrun, S.E., M.M., membawakan materi “Bela Negara dan Wawasan Nusantara.” Materi ini menegaskan bahwa bela negara tidak hanya diwujudkan melalui aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui kontribusi nyata setiap warga negara dalam menjaga persatuan, meningkatkan kualitas diri, mematuhi peraturan, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa. Sementara itu, wawasan nusantara dipahami sebagai cara pandang bangsa Indonesia dalam melihat keberagaman wilayah, budaya, dan masyarakat sebagai satu kesatuan yang utuh.
Semua materi tersebut saling melengkapi dalam membangun pemahaman peserta mengenai hubungan antara nilai-nilai keislaman, nasionalisme, moderasi beragama, serta semangat bela negara. Melalui Sertifikasi Wawasan Kebangsaan, IAIN Pontianak berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat, menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi, serta siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.
Penulis : Aditya
Editor : Bambang



