Pontianak (iainptk.ac.id) 13 Januari 2026 – Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak kembali memperkuat jejaring internasionalnya melalui gelaran International Guest Lecture. Mengusung tema krusial “Circular Economy and Sustainability”, acara ini berlangsung khidmat di Ruang Rapat Senat Lantai 4 IAIN Pontianak pada Selasa, 13 Januari 2026.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Syariah, jajaran Wakil Dekan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa yang antusias menyimak kolaborasi pemikiran lintas negara.
Dekan Fakultas Syariah, Dr. Firdaus Achmad, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada narasumber utama, Prof. Dr. Zaimuariffudin Shukri bin Nordin, Ketua Jabatan Pendidikan Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS).
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof. Zaimuariffudin yang telah berkenan hadir untuk kedua kalinya di kampus kami. Kehadiran beliau adalah kesempatan berharga bagi civitas akademika Fakultas Syariah untuk menyerap ilmu dan pengalaman internasional secara langsung,” ujar Dr. Firdaus.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Zaimuariffudin membedah konsep Circular Economy sebagai antitesis dari ekonomi linear tradisional yang bersifat “ambil-buat-buang”. Ia menekankan pentingnya memaksimalkan nilai sumber daya untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan sosial.
Beliau memperkenalkan konsep 9R (Refuse, Rethink, Reduce, Reuse, Repair, Remanufacture, Recycle, Recover, Regenerate) sebagai evolusi dari prinsip 3R yang selama ini dikenal. “Tujuannya adalah memastikan sumber daya tetap beredar dalam siklus ekonomi tanpa berakhir menjadi sampah di lingkungan kita,” jelas pakar dari UNIMAS tersebut.
Menambah kedalaman materi, narasumber kedua, Ardiansyah, M.Hum., memaparkan materi unik mengenai korelasi antara Sastra Arab dan Hukum. Ia menjelaskan bahwa ayat-ayat hukum dalam Al-Qur’an tidak sekadar berisi perintah dan larangan yang kaku, tetapi juga mengandung nilai estetika sastra yang menyentuh emosi manusia dengan tata bahasa yang presisi (monosemantik).
Kolaborasi dua perspektif berbeda ini mendapat respon positif dari peserta. Farida, mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara, mengaku mendapatkan wawasan inovatif mengenai perbandingan implementasi ekonomi sirkular di berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Filipina.
“Seminar ini sangat bermanfaat. Kami jadi sadar pentingnya kontribusi mahasiswa dalam mengimplementasikan pemilahan sampah, seperti plastik dan kertas, di lingkungan fakultas. Harapannya, gerakan ini bisa dimulai dari Fakultas Syariah dan diikuti oleh fakultas lainnya,” ungkap Farida penuh semangat.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Syariah IAIN Pontianak dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara hukum, tetapi juga peduli terhadap isu-isu keberlanjutan global.
Penulis: Erika SM
Editor: Bambang




