PONTIANAK (iainptk.ac.id) – IAIN Pontianak telah melaksanakan seleksi mahasiswa baru jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) pada Selasa (28/5/2019) pagi.

Panitia menyediakan 3 lokasi ujian yaitu Gedung Perkuliahan Tower A dengan nomor ruang IPS 1 sd 27, Gedung Perkuliahan Tower B dengan nomor ruang IPS 28 sd 52 dan Gedung Perkuliahan J dengan nomor ruang IPS 53 sd 61. Sehingga dari 3 lokasi ujian ini akan terbagi menjadi 64 lokal yang akan digunakan calon mahasiswa.

Terdapat 1.286 siswa yang mendaftar seleksi UM-PTKIN di IAIN Pontianak. Namun ada 67 peserta yang tidak hadir saat tes berlangsung. Tampak Rektor IAIN Pontianak, Dr. Syarif, MA mendampingi Tim Monitoring dari Panitia Nasional UM-PTKIN, Prof. Dr. Moh. Mukri, M.Ag, Rektor UIN Raden Intan Lampung dan Prof. Dr. Ibrahim Siregar, M.CL, Rektor IAIN Padang Sidempuan meninjau langsung ke lokasi tempat pelaksanaan tes.

IAIN Pontianak memiliki 16 Program studi, yaitu: prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidayah (PGMI), Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Prodi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Prodi Manajemen Dakwah (MD), Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT), Prodi Studi Agama-Agama (SAA), Prodi Psikologi Islam (PI), Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI), Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Prodi Ekonomi Syariah, Prodi Perbankan Syariah, Prodi Manajemen Bisnis Syariah, dan Prodi Akuntansi Syari’ah.

Rektor IAIN Pontianak, Dr. Syarif, MA dikesempatan berbeda mengatakan “Tahun 2019 IAIN Pontianak menargetkan 2.000 jumlah mahasiswa baru.” Dilihat dari jumlah peminat yang luar biasa dari jalur SPAN-PTKIN sebanyak 1.968 calon mahasiswa. Jalur UM-PTKIN saat ini 1.286 dan terakhir nanti jalur Ujian Mandiri yang lebih banyak lagi. IAIN Pontianak akan menyeleksi calon mahasiswa dari segi pengetahuan umum, pengetahuan agama dan terakhir menyeleksi calon mahasiswa dari segi sikap dan pemikirannya. Apakah ada yang radikal atau tidak, karena IAIN Pontianak berada di zona aman radikalisme nomor pertama di PTKIN, dan akan terus mempertahankan itu” tutur rektor.

Satu hari sebelum ujian berlangsung, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. Firdaus Achmad, M.Hum menyampaikan didepan panitia saat pembekalan “Saya ingatkan besok harus smile, tugas pengawas tidak hanya mengawasi tetapi juga melayani. Kenapa saya bilang kita harus senyum dan melayani. Kita tidak mau, peserta yang ikut tes berada di dalam posisi yang tertekan. Kita harus bisa membuat mereka merasa nyaman. Panitia juga harus mengingatkan calon mahasiswa harus teliti dan rapi. Pada tahun yang lalu ketidak telitian dan kerapian dalam mengolom membuat mereka tidak lulus” pesannya.

Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Biro AUAK , Suyati, S.Ag juga menambahkan “yang perlu diperhatikan oleh pengawas adalah memastikan kode-kode yang harus diisi oleh peserta. Jangan sampai ketinggalan. Terutama kode naskah soal. Pengawas wajib mengurutkan, nomor 1 sampai dengan 20. Karena sore akan kita kemas dan besok paginya akan kita bawa ke Makassar sebagai Panitia Nasional UM-PTKIN” tegasnya.

Penulis: Bambang Eko Priyanto
Editor: Aspari Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here