IAIN Pontianak

3 dari 5 Dosen MPAI Pascasarjana IAIN Pontianak Raih Bantuan Penelitian Litapdimas pada Berbagai Klaster

Pontianak (iainptk.ac.id) Selasa, 29 September 2026 – Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Pascasarjana IAIN Pontianak kembali mencatatkan capaian membanggakan di bidang penelitian. Tiga dari lima dosen MPAI ditetapkan sebagai penerima Bantuan Kegiatan Penelitian BOPTN Tahun 2026 pada tiga klaster penelitian yang berbeda.

Ketiga dosen tersebut adalah Dr. Syamsul Kurniawan, M.S.I., Dr. Muhamad Tisna Nugraha, S.Pd.I., M.S.I., dan Dr. Usman, M.Pd. Capaian ini mencerminkan produktivitas sekaligus keberagaman bidang riset dosen MPAI dalam mengembangkan keilmuan Pendidikan Islam yang beririsan dengan kebudayaan, lingkungan, sejarah, serta karakteristik masyarakat Kalimantan Barat.

Berdasarkan Keputusan Rektor IAIN Pontianak Nomor 657 Tahun 2026, para penerima bantuan ditetapkan untuk melaksanakan seluruh proses penelitian, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan.

Dr. Syamsul Kurniawan, M.S.I., meraih bantuan pada Klaster Penelitian Terapan Kajian Strategis Nasional melalui penelitian berjudul “Pantang Larang, Etika Lingkungan, dan Habitus Pendidikan Keluarga Muslim-Melayu di Kayong Utara dan Pontianak”. Penelitian ini dilaksanakan bersama Nopita Sari dan Agus Handini, dengan melibatkan Maimunah dan Utin Darma Ranti sebagai pembantu peneliti.

Sementara itu, Dr. Muhamad Tisna Nugraha, S.Pd.I., M.S.I., menerima bantuan pada Klaster Penelitian Pengembangan Survei Kajian Keislaman melalui penelitian “Pendidikan Islam Berwawasan Ekoteologi Maritim pada Masyarakat Muslim Pesisir di Lintas Batas Indonesia dan Malaysia”. Penelitian multidisipliner ini dilaksanakan bersama Abdul Aziz, Surianto, dan Akhmad Zaini, serta melibatkan Heri Kurniawan sebagai pembantu peneliti.

Adapun Dr. Usman, M.Pd., berhasil meraih bantuan pada Klaster Penelitian Dasar Interdisipliner melalui penelitian berjudul “Konstruksi Sejarah Kebijakan dan Pendidikan Islam di Kesultanan Tayan”. Dalam penelitian ini, ia berkolaborasi dengan Ma’ruf dan melibatkan Hasan sebagai pembantu peneliti.

Ketua Program Studi MPAI Pascasarjana IAIN Pontianak, Prof. Dr. Imron Mutaqin, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas capaian tersebut.

“Selamat dan sukses kepada para dosen MPAI yang berhasil menjadi penerima Bantuan Kegiatan Penelitian BOPTN Tahun 2026. Ini merupakan capaian yang membanggakan. Kami berharap keberhasilan ini semakin mendorong dosen-dosen MPAI untuk terus maju, produktif, dan berkarya di berbagai bidang, termasuk penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan keilmuan Pendidikan Islam,” ungkapnya.

Menurut Prof. Imron, produktivitas penelitian dosen juga memiliki arti penting bagi pengembangan kelembagaan Prodi MPAI. Keterlibatan dosen dalam penelitian kompetitif, luaran penelitian, publikasi, serta keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan riset menjadi bagian dari rekam jejak akademik yang mendukung penguatan mutu dan akreditasi program studi.

Ketiga penelitian tersebut juga menunjukkan keluasan kajian yang dikembangkan MPAI, mulai dari pendidikan keluarga Muslim-Melayu dan etika lingkungan, pendidikan Islam berwawasan ekoteologi maritim pada masyarakat pesisir lintas batas Indonesia–Malaysia, hingga sejarah kebijakan dan pendidikan Islam di Kesultanan Tayan.

Capaian ini diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh sivitas akademika MPAI untuk semakin menguatkan budaya akademik dan penelitian. Prodi MPAI terus mendorong para dosen untuk berkarya dalam berbagai bidang Tridharma Perguruan Tinggi, menghasilkan penelitian berkualitas, memperluas kolaborasi, meningkatkan publikasi ilmiah, serta menghadirkan karya yang bermanfaat bagi pengembangan Pendidikan Islam dan masyarakat.

Dengan capaian ini, MPAI Pascasarjana IAIN Pontianak terus berupaya membangun ekosistem akademik yang produktif sekaligus memperkuat posisinya melalui riset, karya ilmiah, kolaborasi, dan kontribusi nyata dosen bagi pengembangan keilmuan Pendidikan Islam. (*)

Scroll to Top