Sintang (iainptk.ac.id) Selasa, 29 September 2026 – Tim Peneliti yang didanai MoRa The Air Funds menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Kabupaten Sintang. Tim ini merupakan kolaborasi antara IAIN Pontianak dan STAKat Negeri Pontianak.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. H. Zaenuddin, S.Ag., M.A., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menelaah lebih jauh praktik humanisme religius di Sintang. “Kegiatan kita ini ingin melihat lebih jauh bagaimana praktik humanisme religius di Sintang terjadi. Apa yang kami dapatkan di sini tentunya akan menjadi pembelajaran bagi kami, yang akan kami sampaikan kepada anak didik kami,” ujarnya Kamis (24/9).
FGD dihadiri perwakilan Kementerian Agama, TNI, Kesbangpol, dan organisasi kemasyarakatan. Dalam kegiatan ini dipaparkan policy brief yang disusun dari pertemuan pertama Tim Peneliti dengan sejumlah informan di Sintang. Kajian tersebut menegaskan bahwa tradisi toleransi di Sintang telah berakar sejak masa leluhur, ketika masyarakat sudah saling menghargai satu sama lain. Sintang diduga pernah didiami kerajaan Hindu, kemudian berkembang menjadi kesultanan bernuansa Islami, dan tetap terbuka terhadap masyarakat pendatang yang menganut kepercayaan adat maupun agama Kristiani.
Karena itu, kearifan lokal perlu mendapat perhatian bersama di Kabupaten Sintang, terutama dalam penyusunan pendidikan berbasis kurikulum. Nilai-nilai leluhur terbukti mampu menjaga kerukunan dan perdamaian di Sintang.
Kegiatan ini turut mendapat apresiasi dari para peserta. Mereka sepakat bahwa pertemuan semacam ini perlu digelar secara berkelanjutan agar dialog keterbukaan dapat terus terjalin. Peserta juga meminta Pemerintah Kabupaten Sintang memfasilitasi kegiatan serupa dengan menggandeng pihak-pihak terkait. FGD ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah.
Penulis : Tim Humas
Editor : Bambang

