Pontianak (iainptk.ac.id) Rabu, 10 Juni 2026 – Senat IAIN Pontianak menggelar rapat pengisian Pernyataan Kualifikasi Diri (PKD) dan pemberian pertimbangan kualitatif bagi calon Rektor IAIN Pontianak periode 2026–2030 pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Aula A. Rani IAIN Pontianak ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penjaringan dan penetapan calon pemimpin kampus untuk periode mendatang.

Rapat senat tersebut dihadiri oleh pimpinan dan anggota senat IAIN Pontianak yang memiliki peran strategis dalam memberikan penilaian dan pertimbangan terhadap para calon rektor. Melalui proses ini, diharapkan terpilih sosok pemimpin yang mampu melanjutkan pembangunan dan pengembangan institusi secara berkelanjutan.
adapun Pimpinan Rapat Senat kali ini, Dr. Yulia, S.E.I., M.Ag., Sekretaris Rapat Senat Dr. Cucu, M.Ag., Anggota senat yang hadir memberikan pertimbangan 8 orang: Dr. Yulia, S.E.I., M.Ag, Prof. Dr. H. Syarif, S.Ag, MA, Dr. Ali Hasmy, M.Si, Dr. Cucu, S.Ag, M.Ag, Dr. Firdaus Achmad, M.Hum, Dr. Samsul Hidayat, S.Ag, MA, Prof. Dr. Ibrahim, S.Ag, MA, Prof. Dr. Muhammad Hasan, S.Ag, M.Ag.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. K.H. Syarif, M.A., menegaskan pentingnya kesinambungan kepemimpinan dalam menjaga dan meneruskan berbagai capaian yang telah dirintis oleh para pemimpin sebelumnya.
“Siapapun calonnya nanti diharapkan terus melanjutkan perjuangan progresif kampus kita. Program yang baik dari kepemimpinan sebelumnya dapat dilanjutkan,” ungkapnya.
Prof. Syarif menyampaikan bahwa terdapat sejumlah agenda strategis yang masih menjadi prioritas dan harus terus diperjuangkan oleh pemimpin berikutnya. Salah satu agenda yang dinilai sangat mendesak adalah proses transformasi IAIN Pontianak menuju Universitas Islam Negeri (UIN).
Menurutnya, perjuangan menuju alih status menjadi UIN merupakan cita-cita besar institusi yang membutuhkan komitmen, kerja sama, dan kesinambungan kepemimpinan agar dapat terwujud.
Selain itu, beliau juga menyoroti pentingnya penguatan digitalisasi dan keamanan (securitas) kampus sebagai fondasi utama dalam meningkatkan tata kelola serta membangun kepercayaan publik terhadap IAIN Pontianak.
“Digitalisasi dan securitas kampus menjadi hal yang sangat penting. Kedua aspek tersebut merupakan fondasi bagaimana publik memandang kampus kita, baik dari sisi pelayanan, tata kelola, maupun keamanan lingkungan akademik,” ujarnya.


Menutup sambutannya, Prof. Syarif kembali mengingatkan seluruh peserta rapat mengenai besarnya tanggung jawab yang akan diemban oleh pemimpin IAIN Pontianak selanjutnya. Ia berharap siapapun yang terpilih nantinya dapat melanjutkan berbagai perjuangan dan program strategis yang telah dirintis demi kemajuan institusi.
“Siapapun yang menjadi pemimpin berikutnya, harap terus lanjutkan perjuangan berdarah ini demi kampus kita,” pesannya.
Berikut sembilan nama bakal calon Rektor IAIN Pontianak sesuai urutan abjad, yaitu Prof. Dr. H. Hermansyah, M.Ag.; Dr. Misdah, S.Ag., M.Pd.; Dr. Moh Yusuf Hidayat, S.Pd.I., M.Pd.; Prof. Dr. Muhammad, M.Ag.; Dr. Nelly Mujahidah, S.Ag., M.S.I.; Prof. Dr. Rianawati, M.Ag.; Prof. Dr. Sahri, M.A.; Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag.; dan Prof. Dr. H. Zaenuddin, S.Ag., M.A.









Penulis : Aditya
Editor : bambang
