IAIN Pontianak

IAIN Pontianak Terima Kunjungan Benchmarking LPMPI Universitas Muhammadiyah Pontianak untuk Penguatan SPMI

Pontianak (iainptk.ac.id) Selasa, 28 Juli 2026 – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Pontianak menerima kunjungan benchmarking dari Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengawasan Internal (LPMPI) Universitas Muhammadiyah Pontianak di Ruang Rapat Senat IAIN Pontianak, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat pengembangan dan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di lingkungan perguruan tinggi.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Pimpinan beserta seluruh sivitas akademika LPM IAIN Pontianak menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas tata kelola penjaminan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Melalui forum ini, kedua institusi berdiskusi secara interaktif sekaligus bertukar pengalaman serta praktik baik (best practices) dalam pengelolaan sistem penjaminan mutu.

 

Ketua LPM IAIN Pontianak, Prof. Dr. Muhammad Edi Kurnanto, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan LPMPI Universitas Muhammadiyah Pontianak. Menurutnya, kegiatan benchmarking merupakan sarana yang sangat penting untuk memperluas wawasan, memperkuat jejaring antarperguruan tinggi, serta mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan SPMI melalui berbagi pengalaman dan inovasi.

“Kami menyambut baik kehadiran LPMPI Universitas Muhammadiyah Pontianak di IAIN Pontianak. Semoga melalui kegiatan ini kita dapat saling belajar, bertukar pengalaman, dan bersama-sama memperkuat sistem penjaminan mutu demi mewujudkan perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing,” ujar Prof. Muhammad Edi Kurnanto.

Sementara itu, Ketua LPMPI Universitas Muhammadiyah Pontianak, Dr. Dini Hadiarti, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa kunjungan benchmarking ini bertujuan untuk memperoleh berbagai masukan dalam penyempurnaan sistem penjaminan mutu yang telah berjalan di Universitas Muhammadiyah Pontianak. Ia berharap hasil diskusi dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pengembangan kebijakan mutu di institusinya.

“Apa yang kami rasa masih perlu diperbaiki dalam sistem penjaminan mutu di Universitas Muhammadiyah Pontianak, kami berharap dapat memperoleh referensi dari IAIN Pontianak. Melalui sinergi ini, kita bisa saling belajar karena tentu ada beberapa komponen yang memiliki kesamaan. Jika terdapat sistem yang sudah berjalan dengan baik di IAIN Pontianak, kami berharap dapat mempelajarinya dan mengadaptasinya sesuai kebutuhan institusi kami,” ungkap Dr. Dini Hadiarti.

Diskusi berlangsung secara aktif dengan membahas berbagai aspek implementasi SPMI, mulai dari penyusunan dokumen mutu, pelaksanaan audit mutu internal, pengendalian dan evaluasi mutu, hingga strategi membangun budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi. Melalui kegiatan benchmarking ini, kedua lembaga berharap dapat mempererat kerja sama kelembagaan sekaligus menghasilkan inovasi dalam penguatan sistem penjaminan mutu. Sinergi antara IAIN Pontianak dan Universitas Muhammadiyah Pontianak diharapkan mampu mendukung terwujudnya tata kelola perguruan tinggi yang semakin berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Penulis : Asip

Editor : Bambang

Scroll to Top