Kubu Raya (iainptk.ac.id) Senin, 24 Agustus 2026 – Mapala Enggang Gading IAIN Pontianak berkolaborasi dengan sejumlah organisasi dalam aksi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kalibandung, Kecamatan Sungai Raya, Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari, pada 20–24 Agustus 2026.
Aksi ini melibatkan sekitar 6–10 orang relawan dari Mapala Enggang Gading IAIN Pontianak, Mapala Polnep, WALHI Kalbar, Tim Cegah Api Greenpeace, LBH Kalbar, dan XR Pontianak. Para relawan turun langsung menangani kebakaran, terutama di wilayah lahan gambut.
Dewan Penasihat Organisasi Mapala Enggang Gading, Satria Rhamadan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk aksi nyata dalam mencegah meluasnya karhutla di Kalimantan Barat. “Walaupun tidak bisa memadamkan api secara keseluruhan, setidaknya ini menjadi bentuk kontribusi kami. Kami juga ingin mengajak teman-teman lain untuk lebih memperhatikan kesehatan dan kebakaran yang terjadi,” ujar Satria.
Menurut Satria, kolaborasi ini terjalin melalui keterlibatan para relawan dalam Tim Cegah Api Greenpeace. Tidak hanya Mapala Enggang Gading, sejumlah organisasi mahasiswa pencinta alam di Pontianak turut bergabung dalam kegiatan pemadaman tersebut, dengan tujuan meningkatkan kesadaran pemuda, khususnya di Pontianak dan Kalimantan Barat, agar ikut berkontribusi dalam penanganan karhutla.
Di lokasi kebakaran, para relawan melakukan pemadaman layaknya petugas pemadam kebakaran pada umumnya, sekaligus memantau titik-titik api yang dianggap krusial untuk segera ditangani. Satria menjelaskan, pemadaman dilakukan untuk mencegah perluasan kebakaran hutan dan lahan, dengan harapan dapat memperkecil serta memperlambat penyebaran api, khususnya di kawasan gambut yang belum tertangani.
Selama proses pemadaman, para relawan menghadapi sejumlah kendala, seperti miskomunikasi, keterbatasan personel dan peralatan, perubahan arah angin, serta sumber mata air yang dangkal dan lokasinya cukup jauh dari titik kebakaran.
Sementara itu, Ketua Umum Mapala Enggang Gading, Rahmadani Sapitri, mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi organisasi untuk memperoleh pengetahuan mengenai penanganan api dan bencana karhutla. “Ini adalah pengalaman pribadi dari Mapala Enggang Gading. Kami ingin mendapatkan ilmu dan pengalaman terkait penanganan api dalam bencana karhutla,” kata Rahmadani. Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. “Jaga lingkungan dan jangan lengah, terutama saat musim kemarau,” ujarnya.
Karhutla tidak hanya berdampak terhadap manusia, tetapi juga terhadap satwa liar yang berada di dalam hutan. Kebakaran dapat merusak habitat dan menyebabkan hewan-hewan ikut terbakar hingga mati.
Para relawan berharap api benar-benar padam dan tidak kembali muncul, sehingga masyarakat dan lingkungan tetap aman. Mereka juga berharap kejadian karhutla dapat berkurang, kesadaran masyarakat meningkat, serta seluruh pihak terus bekerja sama menjaga hutan dan lahan di Kalimantan Barat.
Kontributor : UKM Mapala IAIN Pontianak
Editor : Bambang



