IAIN Pontianak

PBAK IAIN Pontianak 2026 Resmi Dibuka, 1.047 Mahasiswa Siap Menjadi Generasi Berkarakter, Adaptif, dan Berdampak

Pontianak (iainptk.ac.id) Senin, 31 Agustus 2026 – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak resmi membuka kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026 pada Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pontianak tersebut diikuti sebanyak 1.047 mahasiswa baru.

PBAK tahun ini mengusung tema “Membentuk Generasi Berkarakter, Adaptif, dan Berdampak.” Tema tersebut menjadi semangat bagi mahasiswa baru untuk tidak hanya mengenal lingkungan akademik, tetapi juga membangun karakter, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Adapun peserta PBAK 2026 berasal dari lima fakultas, yakni Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) sebanyak 427 mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 347 mahasiswa, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) 73 mahasiswa, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUSHA) 81 mahasiswa, serta Fakultas Syariah (FASYA) sebanyak 119 mahasiswa.

Ketua Panitia PBAK IAIN Pontianak 2026, Mariyatul Kibtiyah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pimpinan yang masih berkenan hadir dalam kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh panitia, baik dari tenaga kependidikan maupun mahasiswa, yang telah mempersiapkan pelaksanaan PBAK 2026.

“Terima kasih kepada seluruh pimpinan yang masih berkenan hadir dalam kegiatan PBAK ini, serta kepada seluruh panitia, baik dari tendik maupun mahasiswa, yang telah mempersiapkan PBAK 2026,” ujarnya.

Mariyatul berharap seluruh mahasiswa baru dapat mengikuti rangkaian PBAK secara tertib hingga selesai. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak menganggap remeh materi yang disampaikan selama kegiatan.

“Harapannya, mahasiswa dapat mengikuti kegiatan PBAK dengan tertib dan tuntas. Jangan ada beberapa materi yang dianggap tidak penting sehingga tidak diikuti. Ikuti aturan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh mentor,” pesannya.

Sementara itu, Ketua DEMA IAIN Pontianak, Winda Alawiyah Kalsum, mengajak mahasiswa baru untuk memiliki keberanian dalam menentukan langkah dan menyuarakan kebenaran. “Keberanian merupakan sejarah untuk bergerak,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa gelar akademik semata tidak cukup apabila tidak disertai keberanian untuk membela kebenaran dan memperjuangkan keadilan.

“Gelar tidak akan berguna jika tidak bisa membela kebenaran. Kematian mahasiswa adalah ketika mahasiswa tidak mampu menyuarakan keadilan,” ujarnya.

Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang kini menjadi bagian dari keluarga besar IAIN Pontianak.

Ia juga mengingatkan panitia agar tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan seluruh peserta, mengingat kondisi udara di Pontianak yang masih diliputi asap.

“Saya ingatkan panitia tetap harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan jiwa karena suasana kita masih diliputi asap,” pesan Rektor.

Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Rektor menyebut IAIN Pontianak bukan sekadar tempat untuk memperoleh ijazah. Menurutnya, kampus merupakan rumah ilmu, rumah pembentukan karakter, sekaligus rumah perjuangan untuk menyiapkan masa depan.

“Selamat datang di IAIN Pontianak, di rumah ilmu, rumah pembentukan karakter dan rumah perjuangan untuk menyiapkan masa depan,” tuturnya.

 

Rektor kemudian menegaskan bahwa mahasiswa datang ke IAIN Pontianak bukan semata-mata untuk mendapatkan ijazah, melainkan untuk memperoleh ilmu, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri agar kelak menjadi manusia yang bermanfaat.

Ia memaparkan lima modal penting yang perlu dimiliki mahasiswa selama menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.
Pertama, iman dan integritas. Mahasiswa harus memiliki landasan iman sekaligus integritas sebagai bagian penting dalam membentuk pribadi yang kuat dan dapat dipercaya.

Kedua, ilmu dan budaya membaca. Rektor mendorong mahasiswa untuk membangun kesadaran membaca hingga tumbuh menjadi budaya. Menurutnya, wawasan juga dapat diperluas dengan banyak mendengar dan melihat berbagai hal di lingkungan sekitar.

“Kata kuncinya adalah kembali ke hati nurani kita, yang akan melahirkan rasa yaitu kesadaran,” ungkapnya.
Ketiga, keterampilan. Mahasiswa perlu membangun kemampuan bersosialisasi dan berkomunikasi. Kesuksesan, kata Rektor, tidak semata-mata ditentukan oleh kepintaran, tetapi juga oleh keterampilan dalam berkomunikasi dan kemampuan menempatkan diri.

Keempat, modal jejaring atau networking. Di tengah perkembangan zaman dan semakin luasnya ruang jejaring sosial, mahasiswa dituntut mampu membangun relasi yang positif dan produktif.

Kelima, mental dan daya jual. Mahasiswa harus memiliki mental yang kuat dalam menghadapi tantangan. Semakin banyak tantangan yang dihadapi, semakin matang pula seseorang dalam membentuk jati diri.

Rektor mengingatkan mahasiswa untuk tidak mudah menyerah ketika sesuatu yang diinginkan belum tercapai.
“Karena tidak selamanya apa yang kita inginkan tercapai. Di mana tidak berhasil di satu hal, jangan menyerah,” pesannya.

Menutup pesannya, Rektor IAIN Pontianak memberikan lima prinsip yang disebutnya sebagai 5J yang harus selalu diingat mahasiswa sebagai modal dalam menjalani kehidupan akademik maupun kehidupan bermasyarakat.
Jangan malas belajar. Jangan takut bertanya. Jangan malu untuk mencoba. Jangan mudah menyerah. Jangan kehilangan integritas dan adab.

Lima pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi mahasiswa baru agar perjalanan mereka di IAIN Pontianak tidak hanya menghasilkan prestasi akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berkarakter, adaptif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim,” Rektor IAIN Pontianak secara resmi membuka kegiatan PBAK Tahun 2026.

Pembukaan tersebut menandai dimulainya perjalanan 1.047 mahasiswa baru dalam mengenal kehidupan akademik, budaya kampus, organisasi kemahasiswaan, serta nilai-nilai yang menjadi bagian dari identitas IAIN Pontianak.

Penulis: Erika
Editor : Bambang

Scroll to Top