Pontianak (iainptk.ac.id) 3 September 2026 – Pascasarjana menggelar rapat pengampu mata kuliah pada Rabu (2/9/2026) sebagai upaya menyinergikan rencana dan pelaksanaan perkuliahan pada tahun akademik 2026/2027. Kegiatan yang dihadiri oleh pimpinan pascasarjana, ketua program studi, dan para dosen pengampu tersebut dibuka secara resmi dengan pembacaan basmalah.
Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh dosen yang telah hadir serta bersedia berkontribusi dalam proses pembelajaran di lingkungan pascasarjana. Ia menegaskan bahwa rapat ini penting untuk menyelaraskan rencana perkuliahan agar pelaksanaannya berjalan efektif dan terarah.
“Rapat ini perlu dilakukan untuk mensinergikan rencana perkuliahan. Selain itu, kita juga akan berbagi pengalaman terkait pelaksanaan perkuliahan yang telah berlangsung selama ini,” ujarnya. Direktur juga menyampaikan bahwa Ketua Program Studi akan menjelaskan lebih lanjut mengenai sistem dan teknis pelaksanaan perkuliahan, serta akan ada penyampaian dari Koordinator Rumpun (Koorpus), Dr. Wahab.
Sementara itu, Wakil Direktur mengharapkan seluruh dosen dapat memberikan masukan dan menyatakan kesediaannya dalam mendukung proses pembelajaran. Menurutnya, partisipasi aktif para dosen sangat diperlukan guna menunjang kelancaran pelaksanaan perkuliahan di setiap program studi.
Pada kesempatan tersebut, masing-masing Ketua Program Studi menyampaikan laporan terkait kondisi mahasiswa dan rencana pelaksanaan perkuliahan.
Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) melaporkan bahwa jumlah mahasiswa baru tahun akademik 2026 mencapai 21 orang yang terbagi ke dalam dua kelas, yaitu kelas Reguler A dan Reguler B. Sebagian besar mahasiswa merupakan lulusan baru program sarjana (S1).
Ketua Program Studi Magister Ekonomi Syariah (MES) menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa baru pada tahun 2026 sebanyak 28 orang yang juga dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas A dan kelas B.
Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab (MPBA) melaporkan jumlah mahasiswa baru sebanyak tujuh orang. Ia menjelaskan bahwa sistem perkuliahan yang diterapkan masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, ia mengajak seluruh civitas akademika untuk bersama-sama berkomitmen memajukan Pascasarjana agar semakin berkembang dan berkualitas.
Ketua Program Studi Magister Studi Islam (MSI) menyampaikan bahwa program studi tersebut telah mengusulkan proses akreditasi sejak satu tahun yang lalu dan dijadwalkan akan mengikuti akreditasi pada tahun 2027. Tahun ini, MSI menerima 15 mahasiswa baru. Dalam kesempatan tersebut, pihak program studi juga mengusulkan kepada Direktur agar pelaksanaan perkuliahan MSI lebih banyak dilakukan secara luring (offline).
Menurutnya, perkuliahan offline memberikan banyak manfaat, terutama dalam meningkatkan interaksi akademik antara dosen dan mahasiswa. Ia juga menyampaikan bahwa MSI telah berhasil melahirkan dua lulusan tercepat dan terbaik sebagai capaian yang membanggakan bagi program studi.
Sementara itu, Ketua Program Studi Doktor Studi Islam (DSI) menjelaskan bahwa pelaksanaan perkuliahan di program doktor dikelola melalui sistem team teaching. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pembagian tugas dan koordinasi terkait pelaksanaan perkuliahan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara optimal.
Melalui rapat ini, diharapkan seluruh dosen pengampu memiliki pemahaman yang sama terkait sistem dan teknis pelaksanaan perkuliahan sehingga mampu mendukung peningkatan mutu akademik serta pengembangan Pascasarjana secara berkelanjutan.
Kontributor : Pascasarjana
Editor : Bambang



