Pontianak (iainptk.ac.id) Senin, 21 September 2026 – Kontingen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Borneo International Academic Forum (BIAF) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 17–18 September 2026.
Sebanyak 31 peserta dari IAIN Pontianak turut ambil bagian dalam forum akademik tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 peserta berhasil meraih penghargaan dalam berbagai kategori yang dipertandingkan. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa IAIN Pontianak mampu bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi Islam di kawasan Kalimantan.
Salah satu pendamping kontingen IAIN Pontianak, Sigit Aprisama, Pengelola Data dan Informasi Akademik, mengapresiasi pelaksanaan BIAF 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang yang baik bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi akademik sekaligus melatih keberanian dalam menyampaikan hasil penelitian di hadapan publik.
“Kegiatan ini sangat bagus untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, baik dalam mengasah kemampuan riset mereka dan juga melatih mental mereka untuk tampil di depan umum dengan cara menyampaikan hasil penelitian mereka,” ujar Sigit.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap UIN Antasari Banjarmasin sebagai tuan rumah yang dinilai memberikan pelayanan yang sangat baik kepada para peserta dan pendamping selama kegiatan berlangsung.
“Kegiatan juga sangat baik diselenggarakan oleh pihak UIN Antasari Banjarmasin. Pelayanan mereka sangat prima dalam melayani para tamu,” katanya.
Sigit mengaku bangga melihat kemampuan mahasiswa IAIN Pontianak yang mampu bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi Islam di Kalimantan.
“Perasaan saya sangat senang dan bangga sekali karena kita tidak kalah dengan peserta lain yang datang dari UIN yang ada di seluruh Kalimantan. Mahasiswa kita sangat mampu bersaing, apalagi kalau dibimbing secara konsisten, maka untuk ke depannya kita akan bisa berbicara tidak hanya di lingkup Borneo saja, akan tetapi juga di lingkup nasional dan internasional,” tuturnya.
Salah satu peserta yang berhasil meraih penghargaan, Ariansyah, mahasiswa Program Studi S1 Psikologi Islam IAIN Pontianak, mengungkapkan rasa bangga dan haru atas pencapaian yang diperolehnya dalam BIAF 2026.
“Perasaan saya campur aduk ketika mengetahui bahwa mendapatkan nominasi juara dalam kegiatan BIAF 2026 di UIN Antasari Banjarmasin. Meskipun harus berpacu dengan waktu, mengatur energi, dan berdinamika dengan waktu istirahat yang terbatas, seluruh rangkaian kegiatan dapat kami jalani dengan lancar,” ungkap Ariansyah.
Menurutnya, penghargaan yang diperoleh bukan semata-mata tentang hasil akhir, tetapi juga menjadi bagian dari proses, perjuangan, dan kebersamaan seluruh kontingen IAIN Pontianak.
“Tentu, ada rasa bangga, senang, dan haru ketika karya kami mendapatkan penghargaan. Bagi saya, pengalaman ini bukan hanya tentang hasil yang diperoleh, tetapi juga tentang proses, perjuangan, dan kebersamaan seluruh kontingen IAIN Pontianak,” ujarnya.
Ariansyah berharap BIAF dapat terus berkembang sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan dan menunjukkan potensi akademiknya.
“Semoga kegiatan BIAF selanjutnya dapat berlangsung lebih meriah, menghadirkan lebih banyak kesempatan dan nominasi juara bagi peserta, serta terus menjadi ruang untuk mengembangkan potensi mahasiswa. Yang pasti, kontingen IAIN Pontianak keren banget!” katanya.
Sementara itu, Irfan Syaifullah, mahasiswa S2 Studi Islam IAIN Pontianak yang turut meraih penghargaan The Best Presenter pada kategori Postgraduate, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi mahasiswa yang mengikuti BIAF 2026.
“Setiap orang memiliki potensi. Ini dibuktikan dari prestasi teman-teman yang mengikuti Agenda Borneo International Academic Forum (BIAF). Saya yakin teman-teman telah memberikan penampilan yang baik,” ujar Irfan.
Ia mengungkapkan bahwa penghargaan yang diraihnya menjadi pengalaman berkesan setelah melalui proses persiapan dan pelaksanaan kegiatan yang cukup menguras energi.
“Adapun dalam kegiatan tersebut saya merupakan salah satu yang mendapat penghargaan The Best Presenter pada tingkatan Postgraduate di kelas yang telah ditentukan. Rasa lelah yang awalnya menghampiri diri, tiba-tiba menjadi hilang karena ada perjuangan dan rasa letih yang terbayarkan, dan ini merupakan pengalaman yang sangat berkesan bagi saya pribadi,” tuturnya.
Keikutsertaan 31 peserta IAIN Pontianak dalam BIAF 2026, dengan 20 di antaranya berhasil meraih penghargaan, menjadi momentum penting dalam mendorong penguatan budaya akademik, riset, dan keberanian mahasiswa untuk tampil di forum yang lebih luas.
Capaian tersebut sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa IAIN Pontianak untuk terus mengembangkan kompetensi akademik dan mempersiapkan diri menghadapi forum ilmiah di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Berikut nama mahasiswa yang berprestasi:
| No | Nama | Prodi/Fakultas | Prestasi |
| 1 | Jawahirul Ihsan | Hukum Keluarga Islam – Fasya | Best Presentator & Best Q&A |
| 2 | Maulana Raul Arteta | Hukum Tata Negara – Fasya | Best Q&A |
| 3 | Ariyansyah | Psikologi Islam – Fusha | Best Q&A |
| 4 | M. Rahmadi | Pendidikan Agama Islam – FTIK | Best Presentation Slide |
| 5 | Rahmad Sutisna Hamijaya | Psikologi Islam – Fusha | The Best Academic Writing & Best Q&A |
| 6 | Utin Darma Ranti | Magister Pendidikan Agama Islam – Pascasarjana | Best Presentation and Slide |
| 7 | Rayunsyah Pitra Darmawan | Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah – FTIK | The Best Academic Writing & Best Q&A |
| 8 | Irfan Syaifullah | Magister Studi Islam – Pascasarjana | Best Presenter |
| 9 | Maimunah | Magister Pendidikan Agama Islam – Pascasarjana | Best Q&A Performance |
| 10 | Iqlima Syuhada & Muhammad Rafiqi Adriansyah | Psikologi Islam – Fusha | The Best Video Presenter |
| 11 | Mawar Fadhilah & Nia Aisyah Safitri | Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir – Fusha | The Best Video Presenter |
| 12 | Fika & Elmansyah (Dosen Pembimbing) | Studi Agama-Agama – Fusha | The Best Argumentation |
| 13 | Putri Wulandari | Hukum Ekonomi Syariah – Fasya | The Best Title |
| 14 | Jaini Furadi | Hukum Tata Negara – Fasya | The Best Novelty |
| 15 | Ridha Nurhaliza | Magister Studi Islam – Pascasarjana | Best Q&A Performance |
| 16 | Siti Nur Haliza | Psikologi Islam – Fusha | Best Q&A |
Penulis : Aditya
Editor : Bambang
