Pontianak (iainptk.ac.id) Rabu, 23 September 2026 – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menyosialisasikan visi dan misi Rektor sekaligus membahas arah Rencana Anggaran Tahun 2027 sebagai bagian dari penguatan arah kebijakan dan pengembangan kelembagaan untuk periode 2026–2030.
Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Senat Gedung Rektorat Lantai 4, Rabu (23/9), tersebut diikuti jajaran pimpinan IAIN Pontianak. Rapat ini langsung dipimipin oleh Rektor dan Wakil Rektor IAIN Pontianak.
Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag., menyampaikan visinya “Terwujudnya IAIN menjadi UIN yang unggul, ramah, berintegritas, dan berdaya saing global dalam integrasi ilmu keislaman, sains, dan teknologi.”
Visi tersebut dijabarkan ke dalam sembilan misi, yaitu transformasi kelembagaan, integrasi keilmuan, digitalisasi pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan riset dan inovasi berdampak, pengabdian kepada masyarakat, kemitraan strategis, penguatan karakter dan moderasi beragama, serta pengembangan kampus hijau berkelanjutan.
Rektor menjelaskan bahwa transformasi kelembagaan menjadi salah satu agenda utama yang harus segera diwujudkan. IAIN Pontianak menargetkan proses alih status menjadi UIN dapat direalisasikan sejak tahun pertama periode kepemimpinannya.
Untuk mendukung percepatan tersebut, IAIN Pontianak membentuk Tim Akselerasi Alih Status UIN dan Tim Pengurusan Lahan. Khususnya terkait ketersediaan lahan, menjadi salah satu perhatian dalam proses transformasi kelembagaan.
“Dalam percepatan akselerasi status ini, pertama yang harus dibereskan terlebih dahulu adalah syarat-syarat yang menjadi hambatan, yaitu lahan,” jelas Rektor.
Pada aspek sumber daya manusia, peningkatan kualitas dan jabatan akademik dosen menjadi perhatian penting. Dari 225 dosen, baru sekitar 18 persen yang memiliki jabatan akademik lektor kepala, sementara salah satu persyaratan menuju akreditasi unggul menetapkan proporsi minimal 30 persen. Karena itu, diperlukan langkah percepatan dan pendampingan bagi dosen dalam pengembangan karier akademik.
“Salah satu yang menghambat kita akreditasi unggul lembaga itu adalah SDM. Dosen itu dari 225 hanya 18% yang lektor kepala, padahal dalam aturan minimal 30%. Perlu semacam tim akselerasi yang membantu teman-teman,” ungkap Rektor.
Selain SDM, digitalisasi tata kelola menjadi bagian dari arah pengembangan institusi. Penguatan layanan satu pintu, pengembangan sistem, serta peningkatan akses internet diarahkan untuk membangun tata kelola perguruan tinggi yang lebih efektif, terintegrasi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Arah kebijakan tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan prioritas program dan penyusunan anggaran Tahun 2027.
Di bidang riset dan inovasi, IAIN Pontianak akan memperkuat dukungan terhadap penelitian dan publikasi jurnal secara lebih merata.
Sementara dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, program KKN Desa Binaan diarahkan pada pola pendampingan jangka panjang selama 10 hingga 20 tahun. Pengembangan KKN di wilayah perbatasan juga menjadi bagian dari arah penguatan pengabdian IAIN Pontianak.
Selain itu, persiapan menuju Badan Layanan Umum (BLU) mulai menjadi bagian dari perencanaan jangka menengah. Sejumlah potensi sumber pendapatan institusi mulai dipetakan, antara lain pemanfaatan lahan kosong dan kantin, kerja sama layanan kesehatan dengan Dinas Kesehatan, serta peluang kerja sama pemanfaatan nama gedung atau naming rights dengan mengangkat nama ulama Kalimantan Barat.
Seluruh unit kerja dan fakultas selanjutnya diminta melakukan penyesuaian Renstra paling lambat 30 September 2026. Hasil penyesuaian tersebut akan menjadi bahan pembahasan pada tingkat pusat pada Oktober 2026.
Melalui sosialisasi visi dan misi Rektor serta pembahasan arah Rencana Anggaran 2027, IAIN Pontianak berupaya memastikan setiap program dan kegiatan ke depan memiliki keterkaitan yang jelas dengan arah transformasi institusi. Sembilan misi yang telah ditetapkan menjadi pijakan dalam mengarahkan pengembangan IAIN Pontianak menuju UIN yang unggul, ramah, berintegritas, dan berdaya saing global.
Penulis : Fitri
Editor : Bambang

