Pontianak (iainptk.ac.id) – Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Pascasarjana IAIN Pontianak resmi membuka pendaftaran Program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Karya Ilmiah (PKM-KI) pada 26 September 2026. Program ini diarahkan untuk memperkuat peran mahasiswa dalam pengembangan pendidikan Islam sekaligus memperluas jangkauan pengabdian hingga kawasan terdepan dan perbatasan Kalimantan Barat.
Ketua Program Studi MPAI Pascasarjana IAIN Pontianak, Prof. Dr. Imron Mutaqin, M.Pd., mengatakan bahwa pelaksanaan PKM-KI tahun ini secara khusus memprioritaskan wilayah perbatasan Kalimantan Barat, seperti Temajuk, Aruk, Entikong, Jagoi Babang, Sungai Kelik dan Nanga Badau. Kebijakan tersebut diambil agar kegiatan mahasiswa tidak hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat yang berada di wilayah perbatasan antarnegara.
“Program ini kami prioritaskan bagi mahasiswa Pascasarjana MPAI untuk mengabdi di daerah perbatasan. Kami ingin mahasiswa tidak hanya terkonsentrasi di kawasan kota, tetapi juga hadir di wilayah terdepan hingga perbatasan antarnegara. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan pendidikan Islam di Kalimantan Barat,” ungkapnya.
Program PKM-KI dirancang sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan sesuai dengan bidang keilmuan Magister Pendidikan Agama Islam, baik pada jalur pendidikan formal, nonformal, maupun informal. Kegiatan dapat diwujudkan dalam bentuk workshop pengembangan pembelajaran PAI, pelatihan pemanfaatan teknologi digital, pendampingan pengelolaan lembaga pendidikan, penguatan kapasitas lembaga keagamaan, bimbingan literasi keagamaan, pelatihan moderasi beragama, hingga pemberdayaan komunitas sosial-keagamaan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dituntut hadir dan melaksanakan pengabdian, tetapi juga mengidentifikasi kebutuhan masyarakat serta merancang kegiatan yang relevan dengan kondisi nyata di lokasi. Dengan demikian, PKM-KI menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan keilmuan yang diperoleh di Pascasarjana dengan persoalan dan kebutuhan pendidikan yang ditemukan langsung di masyarakat.
Berbeda dengan kegiatan pengabdian biasa, PKM-KI juga menempatkan karya ilmiah sebagai salah satu luaran utama program. Setiap tim diwajibkan menghasilkan laporan dan dokumentasi kegiatan pengabdian yang memberikan manfaat nyata serta satu artikel ilmiah pengabdian kepada masyarakat untuk dipublikasikan pada jurnal ilmiah.
Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa aktif MPAI semester III. Mahasiswa membentuk tim yang terdiri atas empat hingga lima orang, menentukan lokasi dan tema kegiatan, kemudian menyusun rancangan pengabdian sesuai dengan keilmuan MPAI dan kebutuhan masyarakat setempat.
Pelaksanaan PKM-KI sekaligus menjadi bagian dari upaya Prodi MPAI Pascasarjana IAIN Pontianak untuk mewujudkan visi keilmuannya dalam pengembangan Pendidikan Islam dan kebudayaan Borneo. Melalui keberpihakan pada wilayah perbatasan, MPAI mendorong mahasiswa agar memiliki pengalaman akademik yang tidak berhenti di ruang kuliah, tetapi hadir dan memberi manfaat hingga ke wilayah terdepan Kalimantan Barat.
Dari kampus menuju masyarakat, dari perkotaan hingga perbatasan, MPAI Pascasarjana IAIN Pontianak berupaya menjadikan pendidikan Islam sebagai kekuatan untuk membangun Kalimantan Barat yang semakin berkemajuan.
