IAIN Pontianak

Dosen MPAI Pascasarjana IAIN Pontianak Dorong Riset Multidisipliner melalui Kajian Pendidikan Maritim

Sambas (iainptk.ac.id) Selasa, 29 September 2026 – Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Pascasarjana IAIN Pontianak terus memperkuat budaya penelitian melalui kolaborasi multidisipliner. Melalui skema penelitian Litapdimas/BOPTN Tahun 2026, dosen MPAI menggandeng dosen dari berbagai program studi serta mahasiswa Pascasarjana untuk melakukan penelitian tentang pendidikan Islam dalam konteks masyarakat maritim.

Penelitian tersebut berjudul “Pendidikan Islam Berwawasan Ekoteologi Maritim pada Masyarakat Muslim Pesisir di Lintas Batas Indonesia dan Malaysia.” Penelitian lapangan dilaksanakan di Kabupaten Sambas pada 22–25 September 2026, sebagaimana tercantum dalam Surat Tugas Pascasarjana IAIN Pontianak Nomor B-489/In.15/PPs/KP.01.2/09/2026.

Riset multidisipliner ini diketuai oleh Dr. Muhamad Tisna Nugraha, M.S.I., dari Prodi MPAI dengan melibatkan Abdul Aziz dari Prodi PAI, Surianto dari Prodi PPG, Zain dari Prodi PGMI, serta Heri Kurniawan, mahasiswa Pascasarjana Program Studi Magister Studi Islam (MSI). Pelibatan dosen lintas program studi dimaksudkan agar persoalan pendidikan Islam masyarakat pesisir dan perbatasan dapat dikaji dari berbagai perspektif keilmuan.

Kegiatan pengambilan data lapangan telah dimulai pada 22 September 2026 dengan menyasar masyarakat Muslim pesisir di Kabupaten Sambas. Wilayah tersebut menjadi bagian penting dalam penelitian karena memiliki karakteristik masyarakat pesisir sekaligus berada dalam ruang sosial dan budaya lintas batas Indonesia–Malaysia. Surat tugas penelitian juga secara khusus menugaskan Dr. Muhamad Tisna Nugraha dan Heri Kurniawan untuk melaksanakan pengambilan data tersebut.
Menurut ketua peneliti, Dr. Muhamad Tisna Nugraha, M.S.I., penelitian pendidikan Islam perlu semakin responsif terhadap karakteristik wilayah Kalimantan Barat yang memiliki kawasan sungai, pesisir, kepulauan, dan perbatasan.

“Pendidikan Islam tidak semestinya hanya dibicarakan dalam konteks yang umum. Kalimantan Barat memiliki karakter maritim dan wilayah perbatasan yang kuat. Karena itu, penelitian ini berupaya melihat bagaimana pendidikan Islam dapat dikembangkan dengan memperhatikan ekoteologi maritim serta realitas kehidupan masyarakat Muslim pesisir dan lintas batas,” ujarnya.

Kolaborasi lintas program studi juga menjadi bagian penting dari penelitian. Perspektif Pendidikan Agama Islam, pendidikan profesi guru, pendidikan dasar, kajian Islam, dan pendidikan Islam dipertemukan untuk menghasilkan kajian yang lebih komprehensif. Keterlibatan mahasiswa Pascasarjana sekaligus menjadi sarana penguatan pengalaman penelitian lapangan dan budaya akademik di lingkungan Pascasarjana IAIN Pontianak.

Penelitian ini merujuk pada Keputusan Rektor IAIN Pontianak Nomor 657 Tahun 2026 tentang Penerima Bantuan Kegiatan Penelitian BOPTN Tahun 2026. Tidak berhenti pada pengambilan data, penelitian ini ditargetkan menghasilkan sejumlah luaran akademik, yaitu laporan akademik, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), buku referensi, serta artikel ilmiah yang ditargetkan terbit pada jurnal terindeks Scopus. Dengan luaran tersebut, hasil penelitian diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi akademik, tetapi turut memperkaya pengembangan keilmuan pendidikan Islam berbasis karakteristik lokal dan kemaritiman.

Melalui penelitian ini, MPAI Pascasarjana IAIN Pontianak memperkuat peran penelitian sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus mendorong kolaborasi dosen lintas program studi dalam mengembangkan kajian Pendidikan Islam yang berpijak pada realitas Borneo, masyarakat pesisir, dan kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.

Scroll to Top