Pontianak (iainptk.ac.id) Jumat, 16 Oktober 2026 – Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. Wajidi Sayadi, M.Ag., membuka secara resmi Studium Generale yang digelar Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. Kegiatan bertema “Gerakan Green Islam: dari Konsep ke Aksi dalam Menjawab Tantangan Lingkungan di Kalimantan Barat” ini menghadirkan Testriono, Ph.D., Direktur Pengelolaan Pengetahuan dan Pengembangan Kelembagaan PPIM UIN Jakarta, sebagai narasumber.
Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak, Prof. Dr. Ibrahim, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada narasumber atas kesediaannya berbagi ilmu. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini penting sebagai wujud kepedulian bersama terhadap ekoteologi, yakni upaya menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan.
Rektor IAIN Pontianak turut memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan. Ia mengapresiasi penyelenggaraan Studium Generale tersebut dan menekankan pentingnya ekoteologi dalam memperkuat kesadaran ekologis di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Dalam pemaparannya, Testriono menjelaskan bahwa Green Islam merupakan gerakan kolektif yang menggunakan prinsip-prinsip ajaran Islam untuk mendukung pelestarian alam. Gerakan ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti kampanye lingkungan, pengelolaan sampah, konservasi air dan hutan, dakwah lingkungan, serta advokasi masyarakat terdampak persoalan ekologis.
Ia juga menyoroti tiga faktor utama yang mendukung berkembangnya inovasi lingkungan berbasis komunitas Muslim, yaitu partisipasi warga, institusi agama, dan peran inisiator lokal. Ketiganya berperan dalam membangun kesadaran bersama dan mendorong masyarakat mengembangkan solusi atas persoalan lingkungan di wilayah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Pascasarjana IAIN Pontianak mendorong penguatan pemahaman bahwa nilai-nilai Islam tidak hanya menjadi landasan spiritual, tetapi juga pedoman etis dalam menjaga alam. Gerakan Green Islam diharapkan dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata melalui pendidikan, dakwah, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan lingkungan di Kalimantan Barat.
Kontributor : Pascasarjana (Syamsul)
Editor : Bambang



