Canangkan Zona Integritas, Rektor IAIN Pontianak: Semua Pegawai Harus Berperan Aktif Mewujudkan WBK dan WBBM

0
56 views

PONTIANAK (iainptk.ac.id)–Rektor IAIN Pontianak, Dr. Syarif, MA bersama seluruh pegawai IAIN Pontianak, berkomitmen mewujudkan menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Pembacaan dan penandatanganan pakta integritas ini berlangsung di Aula Syekh Abdul Rani Mahmud pada Jumat (29/11/2019) bertepatan dengan hari Kopri.

Kegiatanini juga dihadiri dan disaksikan oleh Ombusmen RI Perwakilan Kalbar, Imam Munandar, Kapolresta Kota Pontianak, AKBP Komarudin, S.I.K. MM. Ketua Majelis Ulama Indonesia, H. Muhammad Basri HAR dan Tokoh masyarakat Kalbar sekaligus Anggota DPD RI, Drs. H. Sukiryanto.

Dalam kata sambutannya, Rektor IAIN Pontianak, Dr. Syarif, MA mengatakan “Hari ini kita akan mencanangkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani. Ini adalah program Mandatori Negara. Setiap instansi harus mengarah kesana. Tentu orang-orang yang menjadi subjek di instansi itu harus menyiapkan diri untuk menjadi bagian utuh dari program ini. Kita semua wajib berperan aktif mewujudkan zona integritas ini” tegas Rektor Syarif.

“Zona integritas itu titik berat sebenarnya tidak sekedar kita bebas dari korupsi. Oleh karena itu kita tidak boleh terjebak hanya mengisi borang-borang. Ketua tim harus punya program antisipasi korupsi, program antisipasi bukan jatuh pada administrasi tapi jatuh pada subjek administrasi. Para pengampu tanggung jawab, dalam hal ini saya sebagai pimpinan dan person-person yang ditunjuk untuk mengimami area perubahan itu, harus sadar betul melakukan program-program antisipasi dan pencegahan. Oleh karena itu pembinaan pegawai harus dicanangkan setiap bulan. Lalu reviu anggaran baik pelaksanaan dan evaluasi program harus dilaksanakan setiap bulan. Baik ditingkat institut dan fakultas serta lembaga.” sambungnya.

“Tujuan utamanya adalah untuk efisiensi dan integritas pelaksanaan dan penggunaan uang negara. Saya sering mengatakan, saya alergi dengan program-program dan aktifitas yang sifatnya ritualistik. Kita jangan suka begitu. Kita wujudkan program yang efektif dan efisiensi serta punya output yang jelas dan terukur.” ujarnya mengakhiri.

Penulis: Bambang Eko Priyanto
Editor: Aspari Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here