Pontianak (iainptk.ac.id) Rabu, 16 September 2026 – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Ketua dan Sekretaris Senat periode 2022–2026 kepada kepengurusan Senat periode 2026–2030, Rabu (16/9/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Senat Lantai 4, Gedung Rektorat IAIN Pontianak.
Serah terima jabatan ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan sebagai bentuk resmi peralihan tanggung jawab kepemimpinan Senat dari periode sebelumnya kepada kepengurusan yang baru.
Pada periode 2022–2026, jabatan Ketua Senat diemban oleh Dr. Hj. Nani Tursina, M.Pd., bersama Dr. Yulia, S.E.I., M.Ag., sebagai Sekretaris Senat. Keduanya menyerahkan tanggung jawab kepengurusan kepada Prof. Dr. H. Dwi Surya Atmaja, MA., selaku Ketua Senat periode 2026–2030, dan Prof. Dr. Dahliah Haliah Ma’u, S.Ag., M.H.I., sebagai Sekretaris Senat periode 2026–2030.
Prosesi serah terima tersebut disaksikan oleh Dr. H. Moh. Junaidin, MA., selaku Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Pontianak.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Nani menyampaikan refleksi atas perjalanan Senat selama beberapa periode. Menurutnya, keberlangsungan Senat tidak terlepas dari komitmen bersama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kelembagaan.
“Senat mungkin dulu masih dipandang sebelah mata, tetapi dengan komitmen bersama, Alhamdulillah perjalanan Senat dari 2015 sampai 2018, 2018 sampai 2022, hingga 2022 sampai 2026 dapat berjalan dengan lancar. Delapan tahun perjalanan sebagai bagian dari Senat tentu memiliki banyak cerita dan makna. Semua itu menjadi bagian dari perjalanan yang telah kita lewati bersama,” ungkapnya.
Ia menilai berbagai dinamika yang telah dilalui menjadi bagian penting dalam membangun fondasi kelembagaan Senat hingga saat ini. Estafet kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh kepengurusan Senat periode 2026–2030.
Sementara itu, Ketua Senat IAIN Pontianak periode 2026–2030, Prof. Dwi menegaskan bahwa kepengurusan baru tidak memulai pekerjaan dari titik awal. Berbagai fondasi yang telah dibangun oleh kepengurusan sebelumnya menjadi modal penting untuk melanjutkan dan memperkuat kerja kelembagaan ke depan.
“Ketua Senat yang lama sudah melapangkan jalan. Yang perlu saya kerjakan sekarang hanya meng-hotmix-nya saja, sehingga kerja kita menjadi ringan, karena ketua Senat yang lama sudah 11 tahun banyak sekali mengondisikan, termasuk atmosfer dan suasana birokrasi,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun perencanaan yang berorientasi pada keberlanjutan. Setiap program, menurutnya, perlu dipikirkan tidak hanya berdasarkan capaian jangka pendek, tetapi juga memiliki target dan tindak lanjut untuk beberapa langkah ke depan.
“Satu program itu kira-kira berapa lapis ke depan sudah kita prediksi, sehingga tidak ada satu program hanya dengan capaian satu, tetapi mesti ada capaian-capaian berikutnya. Seperti orang bermain catur, kita gerakkan satu langkah, kita sudah menargetkan lima langkah ke depan,” jelasnya.
Melalui pergantian kepemimpinan tersebut, Senat IAIN Pontianak memasuki periode baru dengan semangat melanjutkan fondasi yang telah dibangun sekaligus memperkuat perencanaan dan kerja kelembagaan secara berkelanjutan.
Serah terima jabatan ini menjadi bagian dari proses regenerasi dan kesinambungan tata kelola kelembagaan di lingkungan IAIN Pontianak. Dengan ditandatanganinya Berita Acara Serah Terima Jabatan, tanggung jawab Ketua dan Sekretaris Senat secara resmi beralih kepada kepengurusan periode 2026–2030.
Penulis : Fitria R
Editor : Bambang



