Pontianak, (iainptk.ac.id) — 22 Oktober 2026 — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak secara resmi membuka kegiatan Magang 2 Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Tahun 2026. Acara pembukaan berlangsung di Aula Syekh Abdurani IAIN Pontianak, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 196 mahasiswa semester 5 yang akan menjalani praktik lapangan di 20 sekolah mitra tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) di Kota Pontianak.
Pembukaan ini dihadiri oleh Dekan FTIK IAIN Pontianak, Prof. Dr. Muhammad Edi Purwanto, M.Pd., Wakil Dekan I, Dr. Hj. Kartini, Ketua Program Studi PGMI, Mahalastasa, sekretaris program studi, dosen pembimbing lapangan (DPL), kepala sekolah, guru pamong, serta panitia pelaksana. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi kurikulum FTIK untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia pendidikan secara langsung.
Ketua Panitia Magang 2, Resvan, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Kegiatan ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori perkuliahan dengan praktik di sekolah. Selama kurang lebih satu bulan efektif, mulai 26 Oktober hingga 20 November 2026, mahasiswa akan melakukan observasi terhadap siswa. Mahasiswa juga akan menyusun perangkat pembelajaran, seperti program tahunan, program semester, silabus, modul ajar, dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), sesuai kebutuhan sekolah mitra.
“Aktivitas kegiatan Magang 2 ini bukan hanya sebatas rutinitas walaupun memang setiap tahun selalu diselenggarakan, tetapi ada bagian pembelajaran dari aktivitas lapangan yang memang harus didapatkan oleh para mahasiswa,” jelas ketua panitia magang 2 Resvan, M. Pd. Ia berharap kerja sama dengan sekolah mitra terus berlanjut agar mahasiswa PGMI memiliki kesempatan belajar langsung dari situasi dan dinamika pendidikan di lapangan.
Dalam sambutannya, Dekan FTIK IAIN Pontianak, Prof. Dr. Muhammad Edi K urnanto, M.Pd., menekankan pentingnya memahami perbedaan antara guru yang kompeten dan guru profesional. Menurutnya, lulusan program studi akademik seperti PGMI dipersiapkan menjadi guru yang kompeten. Sementara itu, profesionalisme guru berkaitan dengan sertifikat profesi yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru.
“Tapi kalau di program studi yang sifatnya akademik ini bahasanya harus kita ubah sedikit menjadi guru yang kompeten. Karena profesional itu tandanya adalah sertifikat guru. Sementara lulusan dari PGMI dia mendapatkan ijazah berbeda dengan sertifikat profesi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mampu memadukan ilmu kependidikan dengan nilai-nilai keagamaan ketika mengajar di MI maupun SD. Dengan demikian, calon guru tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik siswa, tetapi juga berperan dalam menanamkan akhlak mulia.
Dekan FTIK turut menekankan bahwa pengalaman mengajar menjadi bekal penting dalam membangun kompetensi calon pendidik. Semakin banyak pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di sekolah, semakin besar pula kesempatan mereka untuk memahami kebutuhan siswa dan mengembangkan kemampuan mengajar.
Sementara itu, Ketua Program Studi PGMI, Maha lastasa, M. Pd menyampaikan bahwa Magang 2 merupakan salah satu tahapan pembentukan jati diri mahasiswa sebagai calon pendidik. Mahasiswa tidak hanya dituntut menerapkan teori kependidikan, tetapi juga mengasah kepekaan, tanggung jawab, dan kemandirian dalam menghadapi lingkungan sekolah.
Ia berpesan agar mahasiswa berinisiatif, kreatif, menjaga kekompakan tim, memperhatikan etika berpakaian sebagai calon pendidik, serta menjaga nama baik program studi. Selama pelaksanaan magang, perkuliahan reguler tetap berlangsung secara daring.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Dekan FTIK IAIN Pontianak dengan mengucapkan basmalah dan memohon rida Allah SWT. Melalui Magang 2, mahasiswa PGMI diharapkan memperoleh pengalaman nyata dalam merancang pembelajaran, memahami karakteristik siswa, dan mempersiapkan diri menjadi calon guru MI dan SD yang kompeten, adaptif, serta berakhlak mulia.
Penulis : Fifi
Editor : Bambang


