IAIN Pontianak

Jelang Magang III, TBI Bekali Mahasiswa dengan Kompetensi dan Profesionalisme Calon Guru

Pontianak (iainptk.ac.id) Minggu, 27 September 2026 — Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak, melaksanakan Pembekalan Magang III bagi mahasiswa TBI pada Jumat (25/09/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula FTIK Lantai V IAIN Pontianak tersebut menghadirkan dua pemateri yang membahas kompetensi, profesionalisme, dan kesiapan calon guru Bahasa Inggris dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan.

Sesi pertama menghadirkan Dr. Yusawinur Barella, M.Pd., dengan materi bertajuk “Competencies of English Language Teachers in an Era of Global Uncertainty”. Sesi tersebut dimoderatori oleh Primatasha Desvira Dizza, M.Pd.

Dalam pemaparannya, Dr. Yusawinur membahas berbagai perubahan yang turut memengaruhi dunia pendidikan, mulai dari perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), transformasi digital, keberagaman budaya, perubahan iklim, hingga dinamika dunia kerja.

Menurutnya, perkembangan teknologi turut mengubah karakter peserta didik dan lingkungan pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu mengembangkan berbagai kompetensi yang relevan dengan tuntutan zaman, seperti literasi digital, kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi, empati, kemampuan beradaptasi, wawasan global, serta kemauan untuk terus belajar.

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) juga menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian dalam sesi tersebut. AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menyediakan informasi, menerjemahkan bahasa, menjelaskan konsep, hingga menghasilkan ide. Namun, peran guru tetap penting dalam memberikan pengalaman belajar, bimbingan, penilaian, serta membangun hubungan dan koneksi antarmanusia dalam proses pendidikan.

Sesi kedua menghadirkan Razida, M.Pd., dengan materi “Developing into a Professional, Adaptive and Inspiring Educators”, yang dimoderatori oleh Lini Fitri, S.S., M.Pd.

Dalam pemaparannya, Razida menekankan bahwa profesionalisme guru mencakup berbagai aspek, antara lain etika, kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan mengelola kelas. Menurutnya, guru tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga perlu menunjukkan perilaku profesional, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang publik.

“Kalau mau mengajar harus menguasai materi sebelum mengajar,” ujar Razida, menekankan pentingnya persiapan sebelum memasuki kelas.

Selain profesionalisme, Razida juga menjelaskan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan beragam karakter dan kondisi peserta didik. Guru perlu menentukan metode pembelajaran yang sesuai, membangun komunikasi yang baik dengan peserta didik dan pihak sekolah, serta melakukan refleksi secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Pembekalan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman teoritis kepada mahasiswa, tetapi juga menjadi bekal praktis sebelum mereka menjalankan Magang III di sekolah mitra. Mahasiswa diarahkan untuk memahami bahwa pengalaman magang merupakan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi mengajar sekaligus membangun sikap profesional sebagai calon pendidik.

Salah seorang peserta Magang III, Aisyah Trimaulidia menyampaikan bahwa materi yang diberikan dalam pembekalan memberikan gambaran yang lebih luas mengenai kompetensi dan sikap yang perlu dipersiapkan sebelum terjun ke sekolah. Menurutnya, pembekalan tersebut membantu mahasiswa memahami pentingnya penguasaan materi, kemampuan beradaptasi, pemanfaatan teknologi secara bijak, serta kesiapan menghadapi berbagai karakter peserta didik selama pelaksanaan magang.

Sementara itu, Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Segu, M.A., berharap kegiatan pembekalan Magang III dapat memberikan bekal yang komprehensif kepada mahasiswa mengenai kompetensi guru Bahasa Inggris, perkembangan teknologi dan AI, profesionalisme, kemampuan beradaptasi, serta pengelolaan kelas.

Ia berharap pembekalan tersebut dapat membantu mahasiswa mempersiapkan diri secara lebih matang sebelum terjun langsung ke sekolah dalam pelaksanaan Magang III. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan kegiatan magang secara bertanggung jawab sekaligus menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama perkuliahan dalam situasi pembelajaran yang nyata.

Penulis : Holik Korrahman

Editor : Bambang

 

Scroll to Top