Pontianak (iainptk.ac.id) Minggu, 27 September 2026 – Ma’had Al-Jami’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menggelar Stadium General dengan tema “Membentuk Generasi Qurani, Menyelami Khazanah Keilmuan Ulama Borneo”, Minggu (27/9/2026), di Aula Abdul Rani IAIN Pontianak. Kegiatan ini diikuti oleh para mahasantri Ma’had Al-Jami’ah IAIN Pontianak sebagai bagian dari pembinaan pada awal masa mereka memasuki Ma’had.
Stadium General menghadirkan dua narasumber, yakni Drs. KH. Abdussalam, M.Si., Sekretaris Bapenda Kubu Raya 2025-sekarang sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah, serta Ustadz Suhadi, S.Pd., M.A.P., Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Singkawang sekaligus Pengasuh Ponpes Miftahul Ulum Al Hady Singkawang.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum bagi para mahasantri untuk memahami Al-Qur’an secara lebih mendalam dan mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, tema tentang khazanah keilmuan ulama Borneo juga penting untuk mengenalkan kepada para mahasantri sosok dan warisan keilmuan ulama yang berasal dari Kalimantan atau Borneo. Hal tersebut dinilai sejalan dengan tujuan IAIN Pontianak dalam mencetak generasi Qurani.
Rektor menekankan bahwa menjadi generasi Qurani tidak cukup hanya dengan mampu membaca Al-Qur’an. Nilai-nilai Al-Qur’an harus tercermin dalam karakter, perilaku, tutur kata, serta kehidupan sehari-hari. Selain itu, para mahasantri juga didorong untuk menjunjung tinggi adab kepada guru dan ulama serta menjaga khazanah keilmuan Islam.
Sementara itu, Mudir Ma’had Al-Jami’ah IAIN Pontianak, Dr. Buhori, M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan Stadium General ini merupakan bagian dari pembinaan awal bagi para mahasantri. Tema yang diangkat disesuaikan dengan visi Ma’had Al-Jami’ah sebagai pusat pembinaan mahasantri dalam bidang tafsir Al-Qur’an, akidah, serta kajian kitab-kitab karya ulama Borneo.
“Visi utama Ma’had adalah menyiapkan para mahasantri agar menjadi generasi Qurani. Bukan hanya mampu membaca dan menulis Al-Qur’an, tetapi lebih dari itu, mereka diharapkan mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, para mahasantri juga diarahkan untuk mengenal lebih dekat khazanah keilmuan ulama Borneo sebagai bagian dari warisan intelektual Islam di Kalimantan. Kedekatan dengan guru dan ulama, serta penghormatan terhadap sanad keilmuan, menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan keilmuan mahasantri.
Stadium General ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para mahasantri untuk membangun kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperkuat pemahaman keislaman, serta menerapkan nilai-nilai Qurani dalam kehidupan. Dengan demikian, Ma’had Al-Jami’ah tidak hanya menjadi tempat pembelajaran, tetapi juga ruang pembentukan karakter generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap khazanah keilmuan Islam di Borneo.
Penulis : Asip
Editor : Bambang


