Mempawah (iainptk.ac.id) – Sebanyak 1.071 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak resmi memulai kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Reguler Tahun 2026 di Kabupaten Mempawah. Pembukaan secara resmi dilaksanakan di Aula Balairung Setia, Kantor Bupati Mempawah, Rabu (22/7/2026).
Pembukaan KKL turut dihadiri Ketua dan Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak, panitia KKL, para ketua kelompok KKL, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Mempawah. Hadir pula perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Pemuda dan Olahraga, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah, serta para camat se-Kabupaten Mempawah.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat sekaligus Ketua Panitia KKL IAIN Pontianak Tahun 2026, Dr. Budiyono, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah atas dukungan dan kerja sama yang diberikan dalam pelaksanaan KKL tahun ini.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah yang telah bekerja sama dan memfasilitasi kegiatan KKL IAIN Pontianak tahun 2026,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, KKL Reguler Tahun 2026 diikuti oleh 1.071 mahasiswa yang tersebar di 65 posko pada 39 desa di wilayah Kabupaten Mempawah. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama kurang lebih 40 hari, mulai 22 Juli hingga 30 Agustus 2026.
Menurutnya, pelaksanaan KKL menjadi bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa di luar kampus sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
Sementara itu, Ketua LP2M IAIN Pontianak, Dr. Usman, M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah yang telah menerima mahasiswa IAIN Pontianak untuk melaksanakan pengabdian dan pembelajaran bersama masyarakat.
Ia berpesan kepada seluruh mahasiswa KKL agar dapat segera beradaptasi dengan lingkungan dan kehidupan masyarakat di lokasi penempatan masing-masing.
“Mahasiswa harus cepat beradaptasi dengan lingkungan masyarakat. Kami juga meminta dukungan pemerintah setempat untuk mendampingi dan memberikan arahan kepada mahasiswa selama melaksanakan aktivitas KKL,” tuturnya.
Dr. Usman menambahkan, pelaksanaan KKL Reguler Tahun 2026 memiliki kekhususan karena seluruh mahasiswa ditempatkan dalam satu wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Mempawah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara IAIN Pontianak dan Pemerintah Kabupaten Mempawah dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Bupati Mempawah Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Agit Sugiarto, menyampaikan pesan Bupati Mempawah sekaligus memberikan apresiasi atas kepercayaan IAIN Pontianak yang memilih Kabupaten Mempawah sebagai lokasi pelaksanaan KKL tahun 2026.
Ia menilai, kehadiran mahasiswa KKL dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah daerah dalam mendorong inovasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi IAIN Pontianak yang telah memilih Kabupaten Mempawah sebagai lokasi KKL tahun ini. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam berinovasi serta memberikan kontribusi positif yang selaras dengan pembangunan daerah,” ujarnya.
Beliau menegaskan bahwa setiap program yang dilaksanakan mahasiswa selama berada di tengah masyarakat perlu mengedepankan prinsip kolaboratif. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dinilai penting agar program KKL dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Ia pun meminta dukungan seluruh kepala desa untuk bersinergi dan membantu mahasiswa selama menjalankan program KKL di wilayah masing-masing.
“Kami meminta kepada seluruh kepala desa untuk dapat bersinergi dan bersama-sama mendukung mahasiswa dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan KKL,” pungkasnya.
Dengan resmi dibukanya KKL RegulerS Tahun 2026, sebanyak 1.071 mahasiswa IAIN Pontianak akan melaksanakan berbagai program pengabdian di 39 desa yang tersebar di Kabupaten Mempawah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga turut memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah melalui kolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat setempat.
Penulis : Farli
Editor : Bambang


